0800 1088888  EN

    WGI Jadi Bahasan Forum Humas BUMN

    news / 23 Agustus 2015

    Wisata Edukasi Green Industry yang dilaksanakan perusahaan yang awalnya menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kepada publik khususnya penggiat sosial media tentang kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekaligus sebagai dukungan upaya memenangkan sidang PTUN, ternyata menghasilkan capaian lain yang membanggakan. Pada forum sharing seasson pertama kalinya yang dilaksanakan oleh Forum Humas BUMN di tahun 2015, “We Green Industry Online Campaign Semen Indonesia” diangkat dalam Seminar Kehumasan PR Tanpa Batas yang diselenggarakan Forum Humas BUMN tanggal 21-22 Agustus 2015 Bandung yang diikuti oleh sekitar 115 peserta dari jajaran Pengurus Presidium Forum Humas BUMN, Pejabat Humas BUMN dan yang terkait.

    Sharing Seasson dalam bentuk Seminar Kehumasan ini merupakan upaya Forum Humas BUMN meningkatkan kompetensi jajaran Humas BUMN melalui sharing keberhasilan antar BUMN dalam program bidang kehumasan. “Dalam konteks kampanye di sosial media Forum Humas BUMN memandang PT Semen Indonesia dinilai salah satu BUMN yang berhasil memanfaatkan sosial media”, kata Teddy Purnama Sekjen Forum Humas BUMN. Ketika industri ekstraktif cenderung menutup diri terhadap pemberitaan, justru PT Semen Indonesia pendekatan yang tidak lazim yaitu mengundang penggiat sosial media untuk melihat sendiri bagaimana perusahaan melakukan penambangan, reklamasi area bekas tambang, pelaksanaan CSR dan proses produksi. Strategi yang aneh menurut publik ini menjadi hal yang menarik bagi Humas PT Antam, PT Timah dan PT Krakatau Steel, sehingga dalam Seminar Kehumasan tersebut mereka sangat aktif menanyakan berbagai hal, dan menginginkan ada forum industri ekstraktif BUMN untuk membahas strategi pengelolaan lingkungan, sosial dan komunikasi kepada publik.

    PT Semen Indonesia telah menerapkan kaidah green industry sejak proses pertambangan sampai produk akhir. Di hulu desain tambang dan reklamasi pasca tambang, di proses produksi penggunaan limbah sebagai bahan baku dan bahan bakar serta baru-baru ini di produk akhir dengan peluncuran produk porous concrete yang menjadi solusi perkotaan. “Kampanye we green industry jika bisa dikolaborasikan dengan penjualan produk ramah lingkungan porous concrete berbasis komunitas, akan menjadikan lini bisnis ini sebagai Blue Ocean Strategy Semen Indonesia”, ujar Arief Hermawan dalam seminar tersebut.

    Pakar branding Subiyakto yang populer dengan branding produk Kopiko dan Indomie dalam paparannya menyampaikan bahwa sering kali perusahaan terjebak dengan nama perusahaan atau nama produk yang seolah-olah sudah menjadi brand, padahal baru sebatas slogan semata. Brand menurut Subiyakto adalah sesuatu yang menempel pada persepsi konsumen. Produk porous concrete jika mampu di branding dengan baik, akan menjadi pelopor untuk solusi pemukiman perkotaan. Menurut perkiraan statistik pada tahun 2020 jumlah penduduk perkotaan akan lebih besar di banding pedesan, artinya akan timbul masalah pemukiman perkotaan dengan berkurangnya ruang terbuka hijau, produk porous concrete akan menjadi salah satu solusi memecahkan persoalan resapan air.

    Facebook Comments

    Leave a reply