0800 1088888  EN

    TOP! PABRIK TUBAN KEMBALI CETAK REKOR BARU

    news / 24 November 2016

    [:id]Pabrik Tuban tak berhenti mencatatkan rekor demi rekor. Kali ini, produksi Terak dan Semen mencetak rekor produksi tertinggi sepanjang pabrik ini berdiri. Produksi Terak di bulan Agustus 2016 tercatat sebesar Rp 1.000.082 ton. Angka ini lebih banyak 107,26 persen dari target RKAP yang sebesar 932.400 ton. Produksi semen juga menorehkan rekor baru yakni sebesar 1.381.907 ton yang dibukukan di bulan Oktober 2016. Angka ini melebihi dari target RKAP yang sebesar 1.304.400 ton atau naik sebesar 105,94 persen. Capaian ini, mematahkan rekor sebelumnya, tepatnya pada November 2015 dimana Produksi semen tercatat sebesar 1.355.795 ton. Pemecahan rekor ini disyukuri lewat acara tasyakuran sederhana di ruang CCR 3 dan 4 Pabrik Tuban, Kamis (17/11). Syukuran ini dihadiri Direktur Produksi dan Litbang Semen Indonesia Johan Samudra, Dirut Semen Gresik Sunardi Prionomurti, Direktur Produksi Semen Gresik Prasetyo Utomo, Kadep Produksi Terak 2 M Zaini, Kadep Produksi Terak 1 Heru Sasono, Kabiro Produksi Semen Eko Budiono, Kabiro Produksi Terak Ahmad Zulaihan, Kabiro Humas dan CSR Wahyu Darmawan dan jajaran departemen produksi. Johan Samudra memberi apresiasi tinggi atas rekor baru ini. “Perasaaan saya, sepertinya rekor ini akan sulit dipecahkan. Tetapi, saya yakin teman-teman di Tuban, tak akan berhenti diangka ini. Ayo, buktikan bahwa perasaan saya ini, salah,” terang Johan Samudra. “Capaian ini, pasti akan memacu OpCo lain untuk lakukan hal serupa. Baik di Padang, Tonasa maupun TLCC (Vietnam),” tandasnya. Direktorat Produksi dan Litbang Semen Indonesia, terang Johan Samudra, telah miliki rencana untuk terus menerus peningkatan kemampuan produksi, baik melalui inovasi maupun improvement. Salah satunya, dengan membuat standarisasi kualitas produksi Semen Indonesia. Standarisasi ini diperlukan sehingga kualitas produksi Semen Indonesia Group terjaga. “Nah, capaian rekor seperti ini akan mendorong untuk mempercepat standarisasi (kualitas) tersebut. Atas nama direksi Semen Indonesia, kami sangat mengapresasiasi apa yang ditorehkan teman-teman ini,” tandasnya. Direktur Semen Gresik, Sunardi Prionomurti mengucapkan terima kasih atas kerja keras dari semua pihak sehingga bisa mencapai rekor seperti ini. “Entah, sampai kapan akan bisa dipecahkan rekor ini. Kalau lihat angkanya, sepertinya sulit. Tetapi saya percaya, suatu saat teman-teman akan bisa melakukannya,” tandasnya. Pencapaian ini, tandas Sunardi, jangan sampai membuat lengah ataupun berpuas diri. Tiap rekor, ingatnya, pada dasarnya tercipta untuk dipecahkan. “Sampaikan salam dan terima kasih kami, jajaran direksi Semen Gresik kepada teman-teman yang hari ini nggak bisa ikut syukuran. Sekaligus kepada keluarga di rumah. Berkat support mereka (keluarga), rekan rekan bisa kerja dengan tenang sehingga bisa tercapai rekor ini,” paparnya. Direktur Produksi Semen Gresik, Prasetyo Utomo menyebut rekor ini buah dari kerja manis team work yang dipupuk sekian lama. Rekor tercipta andil dari semua departemen maupun bagian yang terkait. Mulai hulu, proses sampai hilir. Semua saling terkait. Rekor ini nggak mungkin akan tercipta, kalau, misalnya, pasokan bahan baku tidak lancar. Atau, kalaupun lancar, kualitas tak seperti yang diharapkan. “Jadi, ini buah kerja keras semua lini dan bagian. Saling terkait hingga bisa mencapai rekor seperti ini,” terangnya. TAK TERENCANA Menariknya, torehan rekor ini bukan lahir dari sebuah perencanaan khusus. Maksudnya, memang sengaja digelar pertemuan khusus untuk membuat rekor baru. “Ini berjalan alami. Sama sekali nggak ada perencanaan khusus. Berjalan apa adanya, sehingga bisa menciptakan rekor,” tandas Heru Sasono, Kadep Produksi Terak 1. “Tetapi ini juga bukan kebetulan. Kalau kebetulan kan seperti dapat hadiah. Bukan seperti itu. Rekor ini hasil dari kesungguhan, kerja keras dan kekompakan semua pihak yang terkait. Jadi, semua memberi kemampuan terbaik tanpa harus direncanakan dulu. Alami. Sudah seharusnya seperti itu,” lanjutnya. Soal rekor, ungkap karyawan yang akrab dipanggil Dokter Kiln ini, bukan sesuatu yang sengaja dibidik. Tetapi semua percaya, rekor atau apapun namanya, hanya soal waktu saja. “Jadi iklim di sini sudah seperti itu. Nggak perlu lagi, dipaksa-paksa untuk bikin rekor. Nggak. Semua berjalan apa adanya. Tetapi kita semua sepakat memberikan yang terbaik di tiap-tiap lingkung kerja dan tanggungjawab,” ungkapnya. Setiap harinya, diskusi di Meeting Room, justru jarang membicarakan serius soal mesin maupun peralatan produksi. Pertemuan yang ada, ungkap Heru, justru lebih banyak dipakai untuk membicarakan sesuatu yang justru jauh dari urusan produksi. “Kami lebih banyak membicarakan soal balapan formula one. Bagaimana tim Ferrari bisa miliki mobil yang begitu cepat. Soal kekompakkan, kami belajar dari Tim Manor yang musim lalu menaungi pembalap Indonesia Rio Haryanto,” ungkapnya. ‘Kalau ngomongi produksi, teman-teman sudah jenuh. Ngapal di luar kepala,” paparnya. M Zaini, Kadep Produksi Terak 2 menambahkan, urusan yang terkait dengan produksi dan persoalannya, tidak harus menunggu dibawah ke meeting room untuk dipecahkan. Setiap yang di lapangan, sudah miliki deteksi dini untuk antisipasi setiap kemungkinan yang ada. “Jadi mereka temukan, fasilitasi, carikan solusi dan laporkan,” terangnya. “Karenanya, di meeting room bicaranya lebih banyak di luar urusan itu (produksi),” ungkapnya, terkekeh. Menyangkut kemungkinan pecahnya rekor lagi di tahun depan, kedua pejabat eselon satu ini mengatakan, “Biar itu menjadi rahasia di tahun depan saja,” pungkas mereka. (ram/ znl/bwo)

    PABRIK TUBAN KEMBALI CETAK REKOR BARU

    PABRIK TUBAN KEMBALI CETAK REKOR BARU

    [:en]” width=”1027″ height=”413″ class=”size-full wp-image-3240″ /> [/caption][:]

    Facebook Comments

    Leave a reply