0800 1088888  EN

    Tiga Tahun Strategic Holding Semen Indonesia

    news / 7 Januari 2016

    Tiga Tahun Strategic Holding Semen Indonesia

    Strategic Holding PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada tanggal 7 Januari 2016 genap berusia 3 tahun. Di usia yang terbilang muda, sepak terjangnya sudah mulai merambah dunia internasional. Akuisisi perusahaan semen Vietnam, Thang Long Cement Vietnam, bulan Desember 2012 tidak hanya mengukuhkan Perseroan sebagai BUMN multinasional pertama di Indonesia sekaligus menjadi perusahaan semen terbesar di Asia Tenggara.

    Globalisasi bermakna internasionalisasi, artinya apakah perusahaan internasional yang datang ke Indonesia ataukah perusahaan Indonesia yang datang ke internasional. Aksi korporasi Semen Indonesia ke Vietnam, menjadi langkah nyata perusahaan Indonesia yang Go Internasional sekaligus menjadi modal Indonesia dalam memenangkan MEA yang baru saja berlaku tanggal 1 Januari 2016, beberapa hari sebelum hari jadi Semen Indonesia. Semen Indonesia tidak akan berhenti di Vietnam saja, perusahaan sedang  mengkaji untuk untuk melakukan ekspansi di negara lain di ASEAN agar potensi pasar yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan kemampuan distribusi yang baik dan mampu menjangkau seluruh negara di ASEAN.

    Saat ini Perseroan memiliki kapasitas produksi sebesar 31,5 juta ton per tahun, yang ditargetkan meningkat menjadi 37,5 juta ton per tahun di akhir tahun 2016 dengan mulai beroperasinya Pabrik Rembang dan Pabrik Indarung VI. Peningkatan kapasitas ini menjadikan Semen Indonesia mampu menjaga posisinya sebagai produsen semen terbesar di Asia Tenggara. Di pasar domestik, Semen Indonesia menguasai pangsa pasar terbesar pada kisaran 42%-44%. Penguasaan pasar ini penting karena menunjukkan kemampuan Perseroan yang terus tumbuh berkelanjutan seiring kebutuhan semen yang terus meningkat di pasar domestik. Masih rendahnya konsumsi semen di Indonesia yang berada di kisaran 230 kg/kapita pertahun, meningkatnya belanja infrastruktur Pemerintah dan daya beli masyarakat yang terus meningkat, akan menjadikan pasar semen domestik terus tumbuh. Terlebih jika suatu ketika Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 7% pertahun maka kebutuhan semen akan semakin berlipat.

    Keunggulan daya saing perseroan untuk dapat terus mempertahankan pangsa pasar terbesar, didukung olehmemiliki fasilitas produksi yang tersebar di Indonesia mendekati sumber bahan baku dan wilayah pemasaran. Wilayah barat terdapat di Padang Sumatera Barat (Semen Padang), di bagian tengah ada di Tuban (Semen Gresik) dan akan bertambah di Rembang di akhir tahun 2016, sedang untuk Indonesia Timur terdapat di Makasar (Semen Tonasa). Fasilita produksi di luar negeri ada di Vietnam (Thang Long Cement Vietnam) yang juga mendukung ekspor. Untuk kelancaran distribusi semen agar selalu tersedia di pasaran yang mendukung strategi “move closer to the customer, Perseroan memiliki 26 packing plant yang tersebar dari Aceh, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali hingga di Sorong Papua. Dikatakan oleh Direktur Utama Semen Indonesia, Suparni, disela acara peringatan HUT ke-3 Strategic Holding Semen Indonesia, bahwa kunci utama untuk menguasai pasar semen, adalah ketersediaan barang dan distribusi. Oleh karena itu, pabrik dan packing plant disiapkan di seluruh penjuru Indonesia untuk mendukung distribusi. Itu belum termasuk kesiapan armada darat dan laut.

    Perseroan optimis menyongsong 2016, berkat keberhasilan setelah berhasilmelewati 2015 yang meskipun secara umum cukup berat, namun tetap mencatat pertumbuhan penjualan. Optimisme menyambut tahun 2016 didasari oleh mulai dilaksanakannya beberapa proyek infrastruktur, properti dan konstruksi lainnya, baik yang dikerjakan Pemerintah maupun Swasta yang saat ini tengah berlangsung dan dipasok oleh Perseroan antara lain :

    1. Proyek Jalan Tol: Bakauheni-Tebanggi Besar, Ciawi-Sukabumi, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi, Medan-Binjai, Pejagan-Pemalang, Kertosono-Mojokerto, Surabaya-Mojokerto, Depok-Antasari, Gempol-Pasuruan, Cinere-Jagorawi, Solo-Kertosono, Bawen-Salatiga.
    2. Proyek Jalan Arteri: Peningkatan jalan sepanjang pantura, jalan lintas selatan Jawa Timur, lingkar luar Surabaya,  jalan lingkar barat Jakarta, jalan Pakupatan Palima Serang, jalan Palima Pasar Teneng dan lain-lain.
    3. Proyek Pembangkit Listrik: Pangkalan Susu, Bantaeng, Takalar 2, Belang-Belang Mamuju, Marisa, Pomala, Virtue Dragon Nickel Industry, Kuala Tanjung, Geothermal Power Plant Sulawesi Utara, Poso 1 dan lain-lain.
    4. Proyek Properti: Tersebar di hampir seluruh kota besar di Indonesia.
    5. Proyek Pemerintah Daerah: Pembangunan sarana umum seperti rumah sakit, jembatan, jalan, perkantoran, bendungan/waduk (Aceh, Banten, Jawa Tengah, NTT, Sulawesi Utara, Kep Riau, NTB, Sulawesi Selatan dan Bali), rumah susun, GOR, irigasi, dan lain-lain
    6. Proyek Perluasan Bandara: Bandara Soekarno Hatta Jakarta, A Yani Semarang, Supadio Pontianak, Syamsudin Noor Banjarmasin, Jalaludin Gorontalo, Sai Sering Kalimantan, Mutiara Palu, El Tari Kupang, Halu Oleo Kendari, Sam Ratulangi Manado, DEO Sorong dan Talut dan lain-lain.
    7. Proyek Perluasan Pelabuhan: New Tanjung Priok, Banjarmasin, Teluk Lamong, Kuala Tanjung, Pontianak, Bitung, Makassar, Banjarmasin, Kupang dan Halmahera.
    8. Proyek Transportasi Publik: LRT.
    9. Proyek industri lainnya: Pabrik kertas di Sumatera Selatan, pabrik smelter di Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, gudang-gudang untuk kawasan industrial estate yang tersebar di Sumatera (3), Kalimantan (3), Sulawesi (5), Maluku (1), Papua (1) dan Jawa (2).
    10. Proyek lainnya: jalan layang, fly over, reklamasi water front dan lainnya.

    Dirgahayu PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Teruslah berkiprah untuk mewujudkan Visi sebagai perusahaan persemenan internasional yang terkemuka di Asia Tenggara dan senantiasa menjadi kebanggaan bangsa Indonesia

    Facebook Comments

    Leave a reply