0800 1088888  EN

    Tiga anak usaha Semen Indonesia PT Varia Usaha (VU), PT Swadaya Graha (SWG) dan PT Swabina Gatra (SWB) mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Pajak. Ketiga perusahaan tersebut dinobatkan sebagai Wajib Pajak yang berkontribusi dan memiliki kepatuhan sesuai dengan sektor usahanya. Penghargaan diberikan dalam perhelatan Malam Palamarta 2016 yang digelar KPP Madya Sidoarjo di Hotel Mercure Surabaya, Rabu (2/3/2016). Acara tersebut diikuti oleh seluruh wajib pajak di wilayah KPP Madya Sidoarjo. Dari berbagai kategori yang ada VU meraih penghargaan dalam kontribusi yang terbanyak di sektor Perdagangan, SWG berprestrasi di sektor Kontruksi, sedangkan SWB meraih di sektor Jasa. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh I Made Artawan, Kepala KPP Madya Sidoarjo kepada Direktur Keuangan VU Ummi Shofiana, Direktur Keuangan SWG Budi Wahyu Darsono C. dan Manajer Keuangan dan Akuntasi SWB Wiwik Pradiana. Dalam sambutannya, I Made Artawan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberi kebanggaan di kalangan wajib pajak atas kepatuhan dan partisipasinya kepada negara; serta memberi efek daya saing kepada wajib pajak lain agar meningkatkan kepatuhannya, dan untuk meningkatkan keakraban antara kalangan fiskus dan wajib pajak. Di tahun 2015 yang lalu VU, SWG dan SWB juga telah mendapatkan penghargaan yang serupa. Sebuah prestasi yang mampu dipertahankan oleh Semen Indonesia Group. Semoga diikuti oleh perusahaan anak usaha SMI yang lainnya. (sinta/VU) Sumber : Gapura

    news / 4 April 2016

    Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) menggelar pelatihan Mental Reconstruction Training. Pelatihan yang diformat semi militer ini dimaksud untuk menggembleng mental karyawan KWSG agar berjiwa militansi, bermental baja, tangguh serta berkarakter cerdas dan kuat.

    Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga pekan, sejak pertengahan Februari lalu ini, digelar di Dlundung Trawas Mojokerto. Diklat diikuti seluruh Pegawai KWSG mulai dari Tenaga Pimpinan sampai dengan Tenaga Pelaksana.

    “Ini juga bagian dari langkah kami untuk mempererat hubungan dan kekompakan. Dimana, dua hal ini kita yakini menjadi satu unsur penting untuk bisa memenangkan persaingan ke depan,” terang Manajer SDM KWSG Mukromin dalam rilis yang dikirim ke Gapura.

    Dikatakan Mukromin, lewat pelatihan ini, ada dua hal yang hendak disasar. Pertama, mendorong seluruh Pegawai KWSG untuk dapat bersama-bersama mewujudkan Sasaran Strategis perusahaan yaitu pencapaian omzet Rp 3,35 Triliun, SHU Rp 41,3 Miliar, Ebitda Rp 124 Miliar. “Serta meningkatkan kepuasan pelanggan sampai dengan 80 persen sehingga berdampak pada tingkat kesejahteraan anggota dan pegawai yang optimal,” tandasnya.

    Kedua, pelatihan ini juga dimaksud untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan kekompakan seluruh Pegawai KWSG. “One Team One Spirit One Goal to be Winner” sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi satu sama lain dalam sebuah tim yang solid guna mewujudkan Visi dan Misi perusahaan.

    Secara teknis, pelatihan dibagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama diperuntukkan bagi Tenaga Pimpinan yang diselenggarakan pada tanggal 12-14 Pebruari 2016 yang diikuti sebanyak 149 peserta. Gelombang kedua diperuntukkan bagi Tenaga Staff Supervisor & Pelaksana yang diselenggarakan pada tanggal 19-21 Pebruari 2016 yang sebanyak 252 peserta. Gelombang ke tiga diperuntukkan bagi Tenaga Staff Supervisor & Pelaksana yang diselenggarakan pada tanggal 26-28 Pebruari 2016 yang diikuti \sebanyak 257 peserta. (*/ram)Menyadari pentingnya keberadaan Serikat Pekerja demi keberlangsungan hubungan harmonis antara perusahaan dan karyawan, Rabu (24/02) lalu, PT Semen Gresik menyelenggarakan kegiatan Workshop Pembentukan Serikat Karyawan sebagai Mitra Strategis Perusahaan.

    Kegiatan yang diselenggarakan di ruang Pola Gedung PPS tersebut dibuka oleh Direktur Utama PT Semen Gresik, Sunardi Prionomurti. Pada kesempatan tersebut, hadir pula Kepala Dinas Ketenagakerjaan Gresik, Mulyanto.

    Sesuai dengan tema yang diusung, workshop tersebut bermakasud untuk membekali karyawan dalam rangka pembentukan Serikat Karyawan Semen Gresik (SKSG). PT Semen Gresik sendiri telah memenuhi kriteria untuk membentuk sebuah Serikat Karyawan, salah satunya terkait jumlah karyawan yang dimiliki sudah lebih dari syarat minimal didirikannya serikat karyawan, yaitu lebih dari 10 orang.

    Hubungan dalam dunia kerja tentu tak selamanya berjalan mulus. Fungsi Serikat sebagaimana diatur dalam UU No.21 tahun 2000 antara lain untuk memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan karyawan, serta meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya. Namun demikian, dalam sambutannya, Sunardi mengharapkan agar karyawan tidak lupa bahwa selain menuntut hak juga harus melaksanakan kewajibannya terhadap perusahaan.

    Berbagai isu yang muncul pada hubungan industrial sebenarnya dapat diatasi sejak dini. Keberadaan Serikat Karyawan harus mampu menjembatani hubungan industri antara karyawan dengan perusahaan. “Prinsipnya adalah dengan mengikuti dan laksanakan aturan yang berlaku. Tuntaskan kewajiban baru menuntut hak,” tandas Mulyanto saat memberikan sambutan.

    Sederet materi diangkat dalam workshop ini, materi persiapan pembentukan Serikat Pekerja disampaikan oleh Ninik Asrukin selaku Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, serta Kuntatit Hargiono selaku Mediator Hubungan Industrial. Keduanya menjelaskan prosedur yang harus dilakukan dalam pembentukan serikat serta pentingnya memahami dasar hukum dan peraturan.

    Kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi karyawan dalam pelaksanaan pembentukan serikat. Semoga nantinya Serikat Karyawan Semen Gresik (SKSG) mampu menjadi mitra strategis perusahaan. (gar/fir)

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply