0800 1088888  EN

    Terobosan Biro Keamanan Semen Indonesia di Pabrik Tuban : Masuk Pabrik, Seluruh Penumpang Wajib Turun

    news / 9 May 2016

    Sejumlah terobosan dilakukan jajaran Biro Keamanan Semen Indonesia guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan kerja di pabrik Tuban. Peraturan terbaru yang sudah disosialisasikan dan diaplikasikan sejak seminggu lalu adalah mewajibakan seluruh penumpang kendaraan roda empat untuk turun, saat masuk pabrik dari gerbang III.

    Hanya sopir kendaraan yang boleh melewati gerbang, tentu saja setelah ID cardnya diperiksa oleh petugas keamanan. Sementara seluruh penumpang masuk satu per satu lewat electric gate yang berada di sisi kiri pintu gerbang. “Masuk pakai ID card masing-masing. Bagi yang belum punya wajib mengisi log book, nanti mereka akan diberi ID card sebagai tamu,” terang Kasi Keamanan Tuban M Arifin, mendampingi Kabiro Keamaman SMI Suratin Budi Wahyono, Senin (25/4).

    Peraturan baru yang akan diberlakukan per 1 Mei 2016 ini sebagai tindak lanjut penertiban sepeda motor yang sudah dilakukan sebelumnya. Dikatakan Arifin, saat ini kendaraan roda dua sudah dilarang masuk area pabrik. Karyawan yang membawa motor bisa memarkir kendaraanya di tempat yang telah disediakan.

    Setelah itu mereka masuk dengan berjalan kaki lewat electric gate menuju mobil atau bus penjemput yang telah disiapkan. “Setelah motor kita tertibkan, sekarang giliran penumpang mobil. Soalnya kan tidak mungkin sekuriti memeriksa mereka satu per satu di dalam mobil. Tujuannya agar orang-orang yang masuk ke pabrik teridentifikasi seluruhnya, baik identitas diri, waktu in dan out, serta keperluannya,” sambungnya. Arifin menegaskan, sebagai petugas keamaman pihaknya wajib mengantisipasi hal-hal yang terjelek. Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas pabrik Tuban sebagai salah satu objek vital nasional (OVNI) yang harus dilindungi. Di samping itu, terlalu banyaknya kendaraan yang masuk ke area pabrik bisa mengganggu aktivitas produksi. “Walau mereka tidak melakukan apa-apa, tapi dari sisi sekuriti tetap harus diantisipasi. Iya kalau bukan teroris, atau tidak berniat jahat. Lha kalau mereka punya niat melakukan teror di dalam pabrik bagaimana?” tegasnya.

    Hanya saja, beber Arifin, aturan ini tidak berlaku untuk mobil ambulans, PMK, petugas patroli, tamu VVIP, eselon 1, jajaran direksi, wanita hamil, kaum difable, dan ustadz yang akan memberikan khotbah salat Jumat. “Eselon 1 dan direksi tak boleh turun, karena secara protokoler sekuriti wajib mengamankan mereka. Sebab mereka merupakan aset penting, di mana buah pikirannya dibutuhkan untuk pengembangan perusahaan,” tambah Suratin.

    Arifin lebih jauh mengatakan, aturan wajib turun dari mobil ini merupakan tindak lanjut dari arahan direksi SMI yang menginginkan jumlah dan jati diri orangorang yang masuk ke pabrik terdata seluruhnya. “Kita yang mengembangkan sistemnya, membuat instruksi kerja dan mengaplikasikan di lapangan. Kita siap menampung masukan dari berbagai pihak untuk mengevaluasi dan menyempurnakan penerapannya,” tutur dia.

    Ke depan pihaknya juga menertibkan aturan jam masuk kerja untuk seluruh karyawan, baik organik SMI maupun dari pihak kontraktor. Karyawan yang datang sebelum atau setelah jam kantor wajib mengisi log book. Hal sama berlaku bagi mereka yang keluar pabrik di luar jam yang sudah ditentukan. Misalnya, jelas Arifin, jam masuk karyawan shift satu adalah pukul 05.30 – 07.30, sementara keluar pukul 16.30 – 17.30. “Nah, bagi mereka yang masuk atau pulang di luar jam itu, wajib mengisi log book. Biasanya kan ada karyawan yang datang lebih awal,” tukasnya.

    Terobosan lain jajaran keamaman yang akan diberlakukan dalam waktu dekat adakah stikerisasi kendaraan roda empat yang masuk pabrik. Ada empat jenis stiker yang disiapkan, masing-masing untuk mobil pribadi karyawan SMI, pejabat eselon 1 dan 2, kendaraan kontraktor, serta pengiriman barang. Stiker itu ada yang dipasang di kaca depan, ada pula yang di bodi samping. “Stikerisasi ini sebagian sudah berjalan, tapi secara keseluruhan kita harapkan berlaku mulai 1 Mei mendatang,” tutupnya. (lin/bwo)

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply