0800 1088888  EN

    TERAPKAN INOVASI SEMEN INDONESIA HASILKAN EFISIENSI MILIARAN RUPIAH

    news / 30 June 2013

    Salah satu kunci bagi perusahaan untuk bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat saat ini adalah mampu melakukan efisiensi biaya, hal ini bisa ditempuh melalui penerapan inovasi di segala bidang operasional perusahaan. PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk telah menerapkan inovasi secara konsisten dan memiliki ajang kompetisi inovasi untuk merangsang seluruh karyawan perseroan melakukan inovasi disegala lini proses bisnis perusahaan.

    Salah satu inovasi yang diterapkan adalah melalui teknologi Konservasi Energi dan Teknologi Penurunan Emisi Gas CO2 melalui pemanfaatan biomass dan limbah B3 sebagai Bahan Bakar Alternatif.  Dari inovasi teknologi tersebut, perseroan berhasil menghasilkan efisiensi hingga Rp 300 miliar per tahun. Secara keseluruhan efisiensi hasil penerapan inovasi sejak tahun 2009 sampai dengan 2012 terus meningkat, jika tahun 2009 benefit penerapan inovasi menghasilkan efisiensi Rp 295 miliar, maka pada tahun 2012 efisiensi yang diperoleh mencapai Rp 639 miliar. Untuk menerapkan budaya inovasi dan manajemen inovasi secara konsisten dan berkelanjutan, perseroan telah memiliki ajang kompetisi tahunan yang diberi nama “Semen Indonesia Award on Innovation”.

    “Ini menjadi bukti bahwa perhatian khusus ke teknologi tidak akan membebani perusahaan dengan bermacam-macam biaya, tapi justru menghasilkan efisiensi,” kata Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Dwi Soetjipto selepas menerima penghargaan dari Meneg BUMN Dahlan Iskan dalam ajang BUMN Innovative Award 2013, di JCC Senayan Jakarta (27/6).

    Dijelaskannya, dalam ajang pertama kalinya yang diselenggarakan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, Semen Indonesia (SI) memborong 4 penghargaan BUMN Innovative Awards 2013 dan terbanyak dibandingkan BUMN lainnya. Masing-masing “the best corporate innovative culture & management”, “the best innovation of green product”, “the best product innovation of energy & mining sector”, dan “the best technology innovation energy & mining sector”.

    BUMN Innovation Award 2013 mengambil tema “Innovation for Indonesia”. Berbeda dengan award lainnya, kegiatan ini fokus untuk mendorong munculnya inovasi teknologi dan produk unggulan BUMN. “BUMN merupakan penggerak ekonomi nasional, karenanya harus juga menjadi penggerak inovasi di Indonesia,” ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam sambutannya.

    Sebelumnya, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang industri semen ini juga meraih Indonesia Green Award 2013 (IGA) atas usahanya yang luar biasa dalam bidang lingkungan dan inovasi. SI dinilai tidak sekedar menggeber target perolehan laba, namun tetap peduli terhadap kelestarian lingkungan.

    Sejumlah inovasi pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh SI misalnya, memanfaatkan limbah industri seperti Cooper Slag, Fly Ash, Cement Retarder menjadi bahan baku substitusi menggantikan pasir besi, pasir silika, dan gipsum alam.

    SI juga telah mengubah wilayah bekas tambangnya untuk lahan produksi tanaman yang bisa menjadi bahan bakar alternatif bagi proses produksi. Dari lahan bekas tambang itu, SI bisa mendapat suplai bahan bakar alternatif untuk menunjang proses produksi.

    Selain itu, SI berencana memanfaatkan sampah kota, terutama dari dua kota di mana perseroan banyak beraktivitas, yaitu Gresik dan Tuban, Jawa Timur. Volume sampah di Gresik tercatat sebanyak 650 meter kubik atau sekitar 217 ton per hari. Adapun volume sampah di Tuban sebesar 250 meter kubik atau 83 ton per hari. Sampah kota tersebut, diolah menjadi refuse derived fuel (RFD) untuk menggantikan bahan bakar batubara yang selama ini dipakai perusahaan. Selama ini, perseroan juga sudah menggunakan bahan bakar alternatif, seperti dari sekam padi, kulit mete, limbah tembakau, dan oil sludge. Perusahaan telah menrapkan konsep ”waste to zero,” dan akan terus meningkatkan efisiensi operasional dengan mengandalkan bahan bakar non fosil dari setiap setiap proses produksi kami, yang juga bermanfaat bagi lingkungan..

    Saat ini, porsi penggunaan energi alternatif milik SI sudah mencapai 5%-8% dari total kebutuhan energi perseroan yang menyedot 2 juta ton batubara per tahun. Ke depan  rencananya SI berharap bisa mencapai minimal 10%, sehingga perusahaan bisa berhemat bahan bakar dan semakin besar kontribusinya bagi lingkungan.

    Facebook Comments

    Leave a reply