0800 1088888  EN

    Tekan Cost Energi, Semen Gresik Cari Terobosan

    news / 3 Januari 2013

    Perusahaan plat merah PT Semen Gresik (persero) Tbk, atau lebih dikenal SMGR memasuki 2013 berencana melakukan terobosan mengantisipasi pasca dicabutnya subsidi BBM di sektor industri. Kebijakan tersebut dinilai berimbas pada distribusi semen.

    Direktur Utama PT SMGR, Dwi Soetjipto menyatakan, prospek industri semen pada 2013 secara regional sangat menjanjikan. Tetapi, ada tekanan cost yang muncul dari BBM dan listrik. Sebab, kedua energi tersebut pengaruhnya cukup besar ke cost transpotasi.

    “Selama ini cost transpotasi di anggaran kami mencapai 14 persen,” tutur Dwi Soetjipto, Kamis (03/1/2013).

    Mengenai bentuk terobosan atau jalan keluar yang akan diambil SMGR, lanjut Dwi Soetjipto, perusahaan di grupnya segera melakukan daya inovasi sebagai terobosannya. Selain itu, grup SMGR yang dalam waktu dekat menjadi PT Semen Indonesia juga berupaya bersinergi dengan PT Semen Padang maupun PT Semen Tonasa.

    “Sebelumnya distribusi semen dari satu tempat ke tempat yang jauh. Di antara grup kami trust-nya belum sepenuhnya. Karena itu, setelah menjadi holding baru semua pendistribusian semen disatukan agar lebih efisien,” tandasnya.

    Pada 2013 SMGR atau PT Semen Indonesia menargetkan produksi 28 juta ton. Angka ini naik dibanding 2012, dimana grup perusahaan semen ini memiliki kapasitas produksi 22 juta ton. Sedangkan tambahan produksinya diperoleh dari Pabrik Semen Tuban unit IV dan Semen Tonasa Unit V plus tambahan dari semen asal Vietnam Thang Long Cement.

    Facebook Comments

    Leave a reply