0800 1088888  EN

    TAHUN INI SEMEN INDONESIA ALOKASIKAN CSR RP 310 M

    news / 11 Februari 2014

    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI), menaikkan anggaran penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR). Jika tahun lalu angka itu hanya mencapai Rp 307,26 miliar, maka tahun ini angka itu naik menjadi Rp 310 miliar lebih.

    Penyalurannya, sebagian besar akan diarahkan pada sektor pendidikan. “Ini sesuai dengan tema strategis CSR, yakni BERSINERGI,” ujar Kepala Biro Bina Lingkungan dan Kemitraan SMI, Edi Wijono, pekan lalu.

    Tema itu bermakna, BERsama Semen Indonesia, cERdaskan neGerI. Artinya, Edi, BERSINERGI untuk pencapaian sustainable development, serta untuk keberlanjutan dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia dan menjaga Sumber Daya Alam. “Tema ini sejak 2011-2015 tetap sama, dan arahnya ke pendidikan. Untuk pola UKM, juga tetap ke pendidikan karena ada di situ ada program pelatihan,” lanjutnya.

    Diakui Edi, setiap tahun SMI selalu menyalurkan dana CSR-nya ke lingkungan sekitar korporasi. Bentuknya, bisa juga melalui program  pola kemitraan, selain program bina lingkungan yang meliputi banyak hal.

    Sekadar informasi, untuk program kemitraan pada 2013, SMI telah menganggarkan sebesar Rp 125,9 miliar, dan pada tahun ini anggarannya mencapai Rp 123,8 miliar. Sementara untuk anggaran bina lingkungan serta tanggung jawab sosial dan lingkungan korporasi (TJSL) pada 2013 mencapai Rp 181,3 miliar. Di tahun ini jumlah itu meningkat menjadi Rp 186,3 miliar.

    Lebih jauh dijelaskan, setiap perseroan yang kegiatan usaha yang berkaitan dengan sumber daya alam, berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Hal itu sesuai dengan pasal 74 UU Perseroan Terbatas 40/2007, Pasal 15 UU 25/2007 tentang Penanaman Modal dan Pasal 2 serta Pasal 3 Ayat 1 PP 47/2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas.

    SMI sendiri menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam berdasarkan undang-undang yang relevan dengan proses bisnis (antara lain UU Ketenagakerjaan, UU Lingkungan Hidup, UU Pertambangan Mineral dan Batubara), maka memiliki kewajiban tanggungjawab sosial. Hal itu pun telah diwujudkan dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR).

    Edi juga menjelaskan, jika setiap tahun, proposal yang masuk selalu meningkat. Begitu pula dengan realisasinya, juga selalu meningkat.

    Disinggung soal arah pendidikan yang diharapkan, kata Eddi Wijono, pendidikan dan sarana pendidikan yang dibantu melalui CSR SMI, selalu seimbang. Tahun ini, arahnya lebih banyak pada kualitas pendidikan. Tentunya itu diberikan ke lingkungan pendidikan di Gresik dan Tuban. Untuk CSR ke pendidikan formal, diberikan ke tingkat SD, SMP, SMA/SMK serta kepada 10 perguruan tinggi negeri di Indonesia.

    Sebagai informasi, visi dari CSR SMI ini adalah terwujudnya hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat melalui pemberdayaan sosial dan potensi usaha masyarakat. Sementara misi CSR itu sendiri, adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat meliputi pendidikan, kesehatan dan keagamaan. Selain itu, mengelola pembinaan usaha kecil melalui penyaluran dana dan pembinaan berkesinambungan dengan mengedepankan aspek pemerataan, kemandirian, profesional dan etika, serta mengelola pelestarian lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati.

    Facebook Comments

    Leave a reply