0800 1088888  EN

    Suparni: Pers Adalah Indera Semen Indonesia

    news / 9 Februari 2016

    ece807364d48861fdf0300a9c8b427d7

    Peran media massa untuk memajukan dunia usaha di Indonesia masih sangat vital. Perkembangan dunia jurnalistik, terkhusus media online, sangat berkontribusi dalam memberikan informasi kepada masyarakat secara cepat. Baik informasi berupa program perusahaan atau umpan balik dari program yang telah dijalankan perusahaan. Demikian salah satu simpulan dialog dengan para pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Hotel Lombok Raya, Nusa Tenggara Barat, Senin (8/2). Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan hari Pers Nasional (HPN) 2016. Dalam dialog bertema “Peran BUMN dalam Meningkatkan Profesionalitas Perusahaan Pers” itu Dirut SMI Suparni mengatakan, peran media menjadi sangat penting untuk mengetahui segmentasi pasar di Indonesia, terlebih untuk menanggapi sejumlah isu negatif terhadap dampak lingkungan hidup terhadap produksi semen. “Kami banyak berinteraksi dengan lingkungan dan media masih sangat efektif sebagai indera kami. Selain itu, seperti di Jawa Tengah, kita bisa mengetahui bagaimana dan seperti apa soal semen kita. Semuanya masih melihat media,” ungkapnya. Senada dengan Suparni, Dirut Garuda Indonesia Arif Wibowo juga mengakui media berkontribusi dalam naik turunnya pengguna maskapai penerbangan tersebut. Menurutnya, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi, media sangat penting untuk mengetahui berbagai keluhan para penumpang Garuda. “Pengguna internet di Indonesia sebesar 80 juta, mereka bisa memberitakan ke media sosial penerbangan Garuda bagus atau penerbangan Garuda ditunda. Itu langsung diserap kemasyarakat. Saya mendapatkan informasi delay itu dari media sosial dan langsung ada beritanya,” ungkap Arif. Dirut Pertaminan Dwi Soetjipto menimpali, dirinya membutuhkan media untuk membangun corporate image atau citra perusahaan, apalagi belakangan Pertamina selalu menjadi sorotan publik lantaran tak menurunkan harga BBM meski nilai komoditi di dunia sedang anjlok. “Sebuah perusahaan mau tidak mau, membutuhkan media. Corporate image datang dari media, support dari masyarakat didorong dari media, bagaimana proyek geotermal bisa diterima tanpa harus merusak hutan lindung,” ungkap Dwi, yang juga mantan dirut Semen Indonesia. Meski keseluruhan pembicara merujuk pada media online, tapi keberadaan media cetak juga masih dianggap penting. Namun harus diakui, perubahan distribusi informasi yang semakin cepat membuat peran media cetak sudah mulai tertinggal jika tidak mereformasi konten dan pendistribusiannya. (*)

    Facebook Comments

    Leave a reply