00 Studi Banding ke Gresik, DPRD Kota Padang Tertarik Pengelolaan CSR - Semen Indonesia

    0800 1088888  EN

    Studi Banding ke Gresik, DPRD Kota Padang Tertarik Pengelolaan CSR

    CSR, news / 22 February 2018

    [:id]emen Indonesia kembali menerima kunjungan dari Komisi II DPRD Kota Padang, Rabu (21/2). Rombongan anggota legislatif dari komisi yang membidangi pendapatan dan perekonomian ini diterima langsung oleh Direktur Utama Semen Gresik Mukhamad Saifudin, didampingi Kepala Departemen Produksi Bahan Baku Musiran, SM of Legal & Compliance Slamet Mursidiarso di Ruang Flamboyan, Gedung Utama Semen Indonesia, Gresik.

    Rombongan berjumlah 17 orang ini, dipimpin Ketua Komisi II Gustin Pramana, dan Wakil Ketua DPRD Wahyu Iramana Putra, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang, Adib Alfikri.

    Dalam sesi dialog, Ketua Komisi II DPRD Kota Padang Gustin Pramana lebih tertarik kepada pengelolaan CSR yang diterapkan di Semen Gresik. “Saya tertarik, bagaimana membina ekonomi warga sekitar,” kata Gustin, yang duduk bersebelahan dengan Syaifuddin.

    Syaifuddin mengatakan, Semen Gresik mempunyai dua jalur, yaitu Program Kemitraan bersifat ekonomis, dan Program Bina Lingkungan yang bersifat bantuan.

    Ditambahkan Musiran, di Tuban, dibentuk Forum Masyarakat Kokoh, dengan melibatkan warga sekitar. Di Ring 1 pabrik Tuban, ada 26 desa, dan semuanya ada perwakilan di Forum Masyarakat Kokoh, untuk menyusun program yang memang memang mereka butuhkan. Terkait dengan tambang, diajak beberapa kontraktor untuk mengikuti tender pembangunan untuk warga sekitar. Yang bekerja untuk kontraktor itu, diharuskan berasal dari warga sekitar.

    Sementara   Syaifuddin menyampaikan perkembangan pabrik Semen Gresik di Tuban, termasuk penambangan dan penglolaan paska tambang (reklamasi). “Desain penambangan batu kapur dengan kombinasi metode single continous Bench dan Block System, untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberadaan air bawah tanah,” kata Syaifuddin. “Sebelum melakukan penambangan kita buat green belt selebar 50 meter. Desain reklamasi yang kita jalankan mengacu kepada Permen ESDM nomor 7 tahun 2014,” tambah dia.

    Untuk tanaman green belt dipilih tanaman keras yang bermanfaat bagi warga sekitar, yaitu nangka, sukun mangga, sengon, klengkeng hingga sawo. Jika penambangan telah selesai, maka, di lahan bekas tambang itu juga ditanami tanaman produktif, seperti jati, mahoni, johar, trembesi dan sengon. Pihak Semen Gresik bekerja sama dengan Perhutani. Adapun penutupan tambang dan paska tambang menjadi hutan produksi sesuai kriteria Amdal dan IPPKH, kemudian dikembalikan kepada negara melalui Kementerian LHK.

    Digambarkan reklamasi lahan tambang batu gamping di Area Glory Hole, di mana tambang ditutup tahun 2010 lalu, dalam tujuh tahun, lahan itu sudah menjadi lahan hijau, dipenuhi pohon-pohon yang mulai rindang. (ros/bwo).

    smile.semenindonesia.com[:]

    Facebook Comments