0800 1088888  EN

    Sosialisasikan KSO Pada Vendor dan Ekspeditur

    news / 15 Desember 2016

    [:id]

    Untuk memastikan status Semen Indonesia sebagai perusahaan holding strategic, manajemen akan mulai menerapkan kerjasama operasi (KSO) dengan anak usahanya PT Semen Gresik mulai 1 Januari 2017 mendatang. Dengan penerapan KSO ini, Semen Indonesia akan fokus pada fungsi holding strategic yang mengendalikan dan menetapkan kebijakan strategis, serta melimpahkan seluruh kegiatan operasional atas pabrik Tuban I-IV  ke Semen Gresik.

    Agar pelaksanaan KSO nantinya dapat berjalan dengan baik, tim transformasi korporasi kembali menggelar sosialisasi rencana penerapan KSO. Kali ini sosiaslisasi diberikan pada vendor dan ekspeditur yang selama ini telah bekerjasama dengan Semen Indonesia. Sosialisasi digelar di Ruang Pola Gedung PPS, Rabu (30/11) dengan dihadiri oleh semua vendor dan ekspeditur.

    Ketua steering commitee (SC) tim transformasi korporasi yang juga Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia Ahyanizzaman menjelaskan, sistem KSO dipilih lantaran dinilai lebih efektif dan efisien serta memenuhi ketentuan hukum dalam memisahkan fungsi holding strategic dan operasional. Hal ini menurutnya diperlukan untuk memperkuat posisi perusahaan ditengah perubahan dan persaingan yang kian ketat.

    Sosialisasi ini disebutnya penting agar rekanan yang telah bekerjasama dengan perseroan dapat segera menyesuaikan diri dengan sistem KSO tersebut. “Tentu dengan kondisi ini diperlukan penataan mengenai tatakelola perusahaan. Sistemnya diganti, prosedurnya juga diganti. Lha ini bapak ibu harus tahu, saya nanti harus menghubungi siapa, nagihnya ke siapa,” tuturnya.

    Sementara untuk penyesuaian proses bisnis, manajemen, lanjutnya, membentuk shared servicesfunction untuk mengefisienkan biaya. “Dengan shared services ini kita harapkan operasional dapat lebih lincah, produktif dan optimal,” jelasnya.

    GM Procurement Fardi Sahrul Ade mengungkapkan, secara sistem selama ini perseroan telah membedakan transaksi yang bersifat holding strategis dan operasional sebagai bagian dari transformasi korporasi sebagai cikal bakal penerapan KSO.

    “Selama ini transaksi di Semen Indonesia telah dibedakan antara holding dan operasional. Nantinya, transaksi yang operasional di Semen Indonesia akan dipecah dan dilimpahkan ke KSO sebagai badan usaha yang bisa bertransaksi sendiri,” bebernya.

    Jika terdapat transaksi tahun 2016 yang belum terselesaikan (outstanding) dengan dokumen perikatan yang hanya satu kali transaksi akan diselesaikan dengan Semen Indonesia. Namun untuk dokumen perikatan yang terus berlanjut lebih dari 1 kali transaksi, menurutnya akan dilakukan pemindahan hak dan kewajiban (novasi)dokumen perikatan ke Semen Gresik. Sementara proses pengadaan setelah penerapan KSO, dokumen perikatan akan dibuat dengan Semen Gresik.

    Penerapan KSO ini dikatakannya tidak akan membuat perubahan signifikan terhadap kebutuhan dan proses operasional perusahaan. Nantinya KSO disebutnya akan memiliki rekening tersendiri atas nama KSO. “Selama masa transisi pembayaran untuk dokumen perikatan yang diterbitkan oleh departemen pengadaan diarahkan ke Tuban. Sementara untuk dokumenn perikatan yang diterbitkan oleh SVP ICT dan Pengadaan Strategis pembayaran diarahkan ke Gresik,”ungkapnya.

    Kedepan, lanjutnya, untuk dokumen perikatan dengan KSO dan Semen Gresik pembayaran diarahkan ke Tuban. Hal ini sesuai dengan kebijakan manajemen yang akan membentuk shared services. Sementara untuk dokumen perikatan dengann Semen Indonesiapembayaran diarahkan ke Gresik. (bwo)

    [:]

    Facebook Comments

    Leave a reply