0800 1088888  EN

    SMIF BINA 27 SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KOTA MADIUN

    news / 27 November 2016

    [:id]

    Semen Indonesia Foundation (SMIF), lembaga penunjang strategis dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, yang konsen di bidang pendidikan menandatangani nota kesepahaman kerjasama pembinaan sekolah berbasis lingkungan dengan 27 sekolah (12 Sekolah Dasar, 10 Sekolah Menengah Pertama, 5 Sekolah Menengah Atas) di Kota Madiun.

    Penandatanganan kerjasama untuk membangun dan mengembangkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan ini digelar di SMP Negeri 5 Madiun, Selasa (15/11). Hadir dalam acara ini Ketua Pengurus SMIF Soesetyoko Soewandi, Rektor UISI Prof Ing Herman Sasongko, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kota Madiun Gandhi Hatmoko serta Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Madiun Muntoro Danardono.

    Program kerjasama ini meliputi seminar, workshop, dan peninjauan lapangan tentang kebijakan sekolah terkait wawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

    Soesetyoko Soewandi berharap dari kerjasama ini diharapkan dapat melahirkan sekolah-sekolah berwawasan dan berbudaya lingkungan berstatus adiwiyata dan adiwiyata mandiri di Kota Madiun. Hal ini menurutnya merupakan wujud komitmen perseroan dalam membentuk generasi penerus berwawasan lingkungan.

    Saat ini SMIF memiliki 4 sekolah yang telah menyandang predikat adiwiyata mandiri. Keempatnya adalah SMA Semen Gresik tahun 2010, SD dan SMK Semen Gresik tahun 2014 serta SMP Semen Gresik tahun 2016. “Kepedulian, karakter dan budaya lingkungan ini penting untuk ditanamkan sejak dini melalui sekolahan. Empat sekolah kita sudah berpredikat adiwiyata mandiri, kami ingin menularkan budaya lingkungan ini ke sekolahan lain,” ungkapnya.

    Hal tersebut menurutnya sejalan dengan program Semen Indonesia Lestari, Semen Indonesia Peduli dan Semen Indonesia Cerdas. Terlebih SMIF, lanjutnya, merupakan mitra Badan Lingkungan Hidup Jawa Timur untuk mengembangkan sekolah peduli, berwawasan dan berbudaya lingkungan.

    Hingga saat ini menurutnya SMIF telah membina sekitar 300 sekolah adiwiyata dan 400 sekolah adiwiyata mandiri. “Tahun ini kita menandatangani kerjasama dengan 1 sekolah di Surabaya, 27 sekolah di Madiun. Di Magetan besok (16/11) kita juga akan menandatangani kerjasama dengan 25 sekolah,”tambahnya.

    Kerjasama ini juga didukung oleh perguruan tinggi di bawah naungan Semen Indonesia Foundation, Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI). Hal ini terlihat dari kehadiran Rektor UISI Prof Ing Herman Sasongko dalam penandatangan MoU tersebut.

    Dalam kesempatan tersebut, Herman mengatakan upaya pembinaan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan ini merupakan langkah yang tepat untuk mengkampanyekan wawasan lingkungan di sekolah.

    “Untuk meraih predikat adiwiyata mandiri tidaklah mudah, membutuhkan komitmen dari para guru, murid dan orang tua wali untuk terus menjaga lingkungan. Karena itu kami senang bisa turut berpartisipasi dalam pembinaan ini,”bebernya.

    Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kota Madiun Gandhi Hatmoko menyatakan apresiasinya atas langkah positif yang digagas SMIF tersebut. Menurutnya, Semen Indonesia merupakan perusahaan pertama yang membuat kerjasama dalam membina sekolah peduli dan berbudaya lingkungan di Kota Madiun. “Kami berharap langkah SMIF ini dapat menjadi pionir bagi perusahaan lain untuk turut peduli dalam menanamkan karakter, budaya dan wawasan lingkungan di sekolah,”harapnya.

    Sumber : Gapura

    [:]

    Facebook Comments

    Leave a reply