0800 1088888  EN

    SMI Tuan Rumah Diklat Amil Zakat UPZ BUMN

    komunitas, news / 26 Februari 2018

    [:id]Semen Indonesia menjadi tuan rumah diklat amil zakat nasional Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BUMN yang berlangsung selama dua hari, mulai Senin (26/2), di Ruang Synergy, Gedung Utama SMI, Gresik. Kegiatan yang dibuka Direktur SDM dan Hukum SMI Agung Yunanto itu melibatkan UPZ dari tujuh BUMN, yaitu PKT Bontang, PT Telkom, Petrokimia Gresik, BRI Syariah, BPJS Kesehatan, PT Pegadaian serta PT Timah.

     

    Hadir dalam kesempatan itu Deputi Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Arifin Purwakananta, Kabag Kelembagaan Baznas Budi Setiawan, Ketua UPZ SMI M Supriyadi, serta UPZ dan unit kerohanian  anak-anak usaha SMI Group. “Selain pelatihan, kegiatan ini juga jadi ajang silaturahmi UPZ BUMN. Dengan begitu UPZ yang sudah maju bisa membagikan ilmunya kepada UPZ yang masih baru,” tutur Arifin Purwakananta saat memberikan sambutan.

     

    Melalui pelatihan yang diikuti UPZ dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, Arifin berharap kemajuan perzakatan di BUMN bisa dipercepat lagi. “Teima kasih untuk teman-teman UPZ Semen Indonesia yang bersedia jadi tuan rumah,” lanjutnya. Tak kalah penting, tegas Arifin, para peserta mesti meniatkan apa yang dilakukannya sebagai syiar zakat. Dengan begitu tidak ada sejengkal tanah pun di Indonesia yang tidak tegak syariat zakatnya.

     

    Direktur SDM dan Hukum SMI Agung Yunanto juga berharap agar  pelatihan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini mampu mendorong terciptanya UPZ-UPZ di seluruh BUMN. “Menurut Baznas, potensi zakat di Indonesia lebih dari Rp 270 triliun per tahun. Ini merupakan potensi yang luar biasa bila didayagunakan untuk membantu umat, sekaligus membangun negara ini,” papar Agung.

     

    Angka Rp 270 triliun tersebut setara dengan target penerimaan negara non pajak yang mencapai Rp 274 triliun. Atau, jika dikomparasikan dengan APBN tahun 2018 senilai Rp 2.200 trilun, besarannya lebih dari 10 persen. Karena itulah pelatihan amil zakat menjadi sangat penting. “Negara ini butuh para amil yang profesional, tangguh, jujur dan amanah untuk mengelola potensi zakat yang besar tadi. Dan saat ini kita adalah bagian dari pengurus yang mengelola potensi zakat Rp 270 triliun tersebut,” ujar Agung seraya mengingatkan, para pengurus UPZ harus terus meningkatkan kompetensinya supaya mampu menjawab tantangan yang lebih berat.

     

    Lebih-lebih, seperti diterangkan Kabag Kelembagaan UPZ Baznas Budi Setiawan, amil zakat kelak bisa dijadikan profesi. Maka itu kemampuan  amil perlu ditingkatkan dengan berbagai pelatihan, sampai akhirnya mengantongi sertifikasi amil. “Itu terbuka bagi pengelola zakat di mana saja, baik UPZ tingkat provinsi, kota, perusahaan, maupun di masjid-masjid. Untuk mendapatkan sertifikasi profesi, maka mereka wajib mengikuti pelatihan amil,” kata dia. (lin/znl)

    smile.semenindonesia.com[:]

    Facebook Comments