0800 1088888  EN

    SMI Membuka Program Magang Bersertifikat

    news / 12 October 2018

    Semen Indonesia membuka program magang bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).  Angkatan pertama program magang bersertifikat ini diikuti oleh 21 mahasiswa Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI) Rembang, dari berbagai jurusan. Pembukaan program pemagangan bersertifikat 21 mahasiswa AKSI Rembang ini digelar di Learning Center, Gedung Utama Semen Indonesia, Rabu (10/10).

    Sebelumnya, Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia, Agung Yunanto, juga telah menandatangani MoU dengan Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam rangkaian Indonesia Bussiness and Development Expo (IBD Expo) di Grand City Surabaya, Rabu (3/10).

    “Kementerian BUMN bekerjasama dengan Forum Human Capital Indonesia membuat program unggulan. Salah satunya program magang bersertifikat ini. Nah, saat ini kita menandatangani kerjasama pemagangan bersertifikat dengan ITS Surabaya,”bebernya.

    Program magang bersertifikat ini berbeda dengan pemagangan sebelumnya. Program ini menurutnya didesain khusus oleh BUMN. Proses penerimaannya pun melalui mekanisme seleksi.

    Pelaksanaan magang akan berlangsung selama 7 bulan. Mereka akan menjalani magang mulai bulan ini (Oktober) hingga bulan April tahun depan. Selama magang berlangsung, mahasiswa dikenalkan dengan dunia kerja keprofesian yang ditekuni.Di akhir program magang, mahasiswa peserta magang ini akan menjalani uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat.

    “Setelah selesai magang ada review untuk mengatakan yang bersangkutan layak atau tidak,”sambungnya.

    Saat ini Semen Indonesia telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)  P1 dan P2, dengan banyak asessor yang telah mengantongi sertifikat dari BNSP. Hal ini adalah tindak lanjut dari program Centre of Dynamic Learning,  dimanatelah ditandatangani kerjasama antara pihak Kementerian BUMN dengan 20 Perguruan Tinggi. Kerjasama tersebut merupakan imbauan Kementerian kepada BUMN agar menyediakan kesempatan pemagangan kerja bersertifikat.

    “SMI mewujudkannya, dan telah membentuk tim untuk menjalankan program pemagangan bersertifikat. Namun kita belum paham aturan hukumnya. Selama ini kami hanya menyediakan PKL dan tempat untuk penelitian,”kata Endang Persitarini, Kepala Departemen  Centre of Dynamic Learning, ketika berbicara dalam sesi  share and learn Program  Pelatihan dan Pemagangan yang disampaikan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik, di Ruang Synergi, Gedung Utama Semen Indonesia, lantai 4, Selasa, 10 Februari lalu.

    Diah Prasasty, Kepala Bidang Pelatihan Dinas Tenaga Kerja Gresik dalam kesempatan itu mengatakan,  program pemagangan bersertifikat sudah berpayung hukum. Yaitu Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang Tenaga Kerja, PP nomor 31 tahun 2006, Permenaker nomor 8 tahun 2014 tentang pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Barbasis Kompetensi, dan Permenaker nomor 36 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemagangan Dalam Negeri. “Intinya, Semen Indonesia bisa menggelar program pemagangan bersertifikat, asal mempunyai kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), mempunyai ruang teori,  ruang simulasi praktik, kelengkapan alat K3, buku kegiatan, dan pembimbing,” kata Diah.

    “Juga bisa bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), agar bisa mengeluarkan sertifikat berstandar nasional juga. Program Pemagangan Bersertifikat ini, peserta mendapatkan uang saku,” tandas Diah.(ros/bwo)

    Facebook Comments

    Leave a reply