0800 1088888  EN

    SMI Gelar Workshops Aplikasi Produk Semen untuk Proyek Infrastruktur Nasional

    news / 23 March 2018

    [:id]Semen Indonesia menggelar Workshop Aplikasi Produk Semen Indonesia (SMI) untuk proyek infrastruktur nasional, di Ruang Pola, Gedung PPS, Kamis dan Jumat (22-23/03/2018). Workshop ini juga diikuti Jakarta, Padang, Tonasa, Rembang dan Tuban melalui video conference.

    Hadir sebagai keynote speaker Direktur Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir Iwan Zarkasi, anggota Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Ir Paulus, Kepala Pusat Rekayasa Industri Prof Ir Iswandi Imran.

    Paulus, sebagai Komisi Keamanan atas konstruksi jembatan, terowongan dan jalan, memulai paparan dengan membandingkan produk semen PPC dengan semen slag. “Semen Indonesia semestinya mulai mengincar pasar semen slag, yang cocok untuk konstruksi. Sebab ini peluang sangat besar,” kata Paulus, yang dilibatkan untuk menangani beberapa kasus kegagalan konstruksi proyek infrastruktur nasional.

    Semen Indonesia sendiri telah memroduksi semen jenis slag, dan telah melakukan peluncurannya di Jakarta, Agustus 2017 lalu. SMI menghadirkan semen slag curah ini, memang dikhususkan untuk proyek-proyek mega infrastruktur yang saat ini sedang digiatkan di Indonesia.

    “Ini sangat bagus, dan kalau bisa temukan inovasi lebih kokoh lagi, dan bila perlu dipatenkan, ini memang peluang pasar sangat besar yang seharusnya digarap oleh Semen Indonesia. Pasalnya, untuk pemain di tingkat PPC persaingannya sudah sangat ketat. Mahal sedikit tidak apa-apa, yang penting memang terjamin kekuatannya,” kata dia.

    Paulus juga mengingakan, bahwa pasir itupun ada dua. Kalau dilihat dari mikroskop, ada yang berlubang-lubang, ada yang tanpa lubang. “Meski memakai semen slag milik SMI, tapi jika menggunakan pasir yang perpori-pori, maka pasir itu mengambang, dan tidak melekat. Jika pakai pasir tanpa pori-pori, kualitas bangunan lebih kuat. SMI Jangan mau disalahkan jika bangunan cepat rusak, bisa jadi karena menggunakan pasir perpori-pori,” tandas Paulus. (ros)[:]

    Facebook Comments