0800 1088888  EN

    SMI GELAR BEDAH BUDAYA DAN LOMBA SENI TAYUB REMBANG

    news / 22 April 2015

    “Bedah seni tayub kearifan lokal sebagai asset pariwisata KabupATEN Rembang” menjadi kegiatan pertama rangkaian event promosi dan festival Kartini ke 136 yang di prakarsai oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Rembang.

    Dalam bedah budaya yang menghadirkan budayawan sekaligus dosen Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya R Djoko Prakoso ini terungkap bahwa kabupaten Rembang memiliki sejumlah warisan budaya dan kesenian lokal yang patut di lestarikan. Salah satunya kesenian Langen Beksan atau yang lebih  popular dengan sebutan tari tayub. Hingga saat ini tari Tayub ini masih hidup dan berkembang dengan berbagai macam varian dan corak jogedan.

    Panitia penyelenggara, Mas Setiadji menyatakan bedah budaya ini sebagai upaya untuk mendapatkan masukan dan pandangan dari para pakar budaya terkait nilai luhur dan ajaran yang terkandung dalam seni tayub. “ Harapannya kita dapat semakin mamahami makna dan mencintai seni tayub,” paparnya.

    Selain itu, bedah budaya ini sekaligus sebagai sosialisasi kegiatan selanjutnya yang bertajuk Lomba seni langen Beksan Tayub yang di pusatkan di Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang. Lomba ini akn diikuti oleh 9  kelompok seni tayub dari 8 desa yang ada di kecamatan Gunem dan Kecamatan Bulu.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian event promosi dan festival kartini ke-136. Setiadji yang dikenl sebagai pegiat  seni budaya Rembang mengaku sangat berterima kasih kepada Semen Indonesia yang telah memberikan support penuh event budaya tersebut. “ Ini bukti bahwa Semen Indonesia adalah BUMN yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal,” tuturnya.

    Terpisah Manager CSR PT Semen Indonesia di Rembang, Abdul Manan manyatakan bahwa Semen Indonesia memiliki komitmen untuk mendukung setiap kegiatan positif termasuk soal seni dan budaya. “PT SI adalah salah satu BUMN yang selama ini punya kepedulian untuk melestarikan budaya-budaya lokal agar tidk tergerus oleh modernisasi yang terus berjalan,” tandasnya.

    Manan juga menambahkan kepedulian PT SI dalam bidang seni budaya ini adalah dalam rangka mengembalikan peran dan fungsi kesenian sebagai hiburan rakyat yang bisa menjadi sarana pendidikan dan pengajaran nilai-nilai luhur bangsa.

    “Semoga dengan lomba ini masyarakat lebih mengenal seni Tayub sebagai tontonan yang penuh dengan tuntutan,” pungkasnya.

    Facebook Comments

    Leave a reply