0800 1088888  EN

    SMI DUKUNG PENINGKATAN KOMPETENSI WARTAWAN REMBANG

    news / 4 Juli 2016

    Sebagai perusahaan terbuka, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memandang media sebagai partner strategis yang vital. Secara periodik perusahaan pelat merah penghasil semen ini harus memberikan laporan kepada para stakeholder, termasuk pemegang saham. Dan, media merupakan wahana paling efektif untuk melaksanakan kewajiban tersebut. “Semen Indonesia dan anak usahanya adalah perusahaan terbuka, dari DNA-nya kami harus menjunjung tinggi transparansi operasional,” kata Dirut Semen Gresik Sunardi Prionomurti dalam ‘Sosialisasi UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik’ kepada mitra kerja dan stakeholder di Hotel Fave, Rembang, Kamis (16/6). Kegiatan tersebut berbarengan dengan pelantikan pengurus PWI Kabupaten Rembang. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wabup Bayu Andriyanto, seluruh pimpinan SKPD, Ketua PWI Jateng Amir Machmud, dan sejumlah wartawan yang sehari-hari bertugas di Kabupaten Rembang. Sunardi melanjutkan, begitu pentingnya wartawan bagi perusahaan, SMI sampai memiliki pejabat eselon satu yang mengurusi hubungan dengan media. “Sehingga seluruh program kerja kami yang berhubungan dengan media telah melewati pejabat yang memang kompeten di situ,” sambungnya. Sunardi menyambut baik rencana PWI Jateng maupun PWI Rembang menggulirkan program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) lebih intens, agar kemampuannya lebih andal. Pasalnya, kompetensi sudah menjadi critical issue di dunia jurnalistik. “Untuk Pak Jamal Grahan (ketua PWI Rembang, red) dan kawan-kawan, mari bersama-sama meningkatkan kompetensi wartawan. Karena kami sudah berkomitmen untuk maju bersama-sama masyarakat Rembang,” tambah peraih gelar Magister Management dari Fakultas Ekonomi, Unair, tahun 2009 ini. Kebetulan SMI sudah beberapa kali membantu pelaksanaan UKW, baik di Gresik maupun Tuban. Sunardi memahami, seiring peradaban manusia yang terus berkembang, maka insan pers harus terus meng-upgrade kemampuannya. Selain skill dan kearifan berpikir, hal penting lain yang mesti dipunyai seorang jurnalis adalah memahami apa yang dia tulis. Sebab, berita merupakan bentuk pendidikan sekaligus informasi yang gampang diakses masyarakat. “Misalnya hendak menulis tentang pabrik Rembang, ya harus memahami masalahnya secara komprehensif,” ujarnya. SMI mempunyai pengalaman puluhan tahun, bahkan Semen Padang melewati masa 100 tahun, dalam mengelola pabrik semen. Selama itu perusahaan telah membuktikan komitmennya untuk mensejahterakan masyakarat sekitar pabrik. Karena itu Sunardi mengatakan, “Insya Allah pabrik Rembang bisa memberikan kemaslahatan untuk warga Rembang pada khususnya dan Jateng pada umumnya, bahkan nasional.” Lebih jauh Sunardi membeber tiga peran penting media terhadap SMI. Pertama, sebagai market intelligence. Dari medialah perusahaan mendapat informasi tentang langkah bisnis kompetitor, misalnya rencana pendirian pabrik di satu daerah. Dengan begitu pihaknya bisa melakukan pemetaan dengan demand dan supply semen ke depan. Kedua, mengukur customer needs, dan yang terakhir adalah sebagai wahanan pencitraan. “Baik pencitraan produk maupun perusahaan sendiri. Brand kami bisa sebesar sekarang juga atas peran media,” aku mantan Dirut Varia Usaha ini. Pada acara yang sama, Bupati Rembang Abdul Hafidz sebelumnya menyatakan sudah bermitra secara baik dengan wartawan dalam menyuarakan program dan capaian pembangunan. “Terkait dengan keterbukaan informasi publik, saya sudah minta kepada para asisten dan kepala SKPD agar terbuka dengan wartawan. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” tandasnya. Sedangkan Ketua PWI Jateng Amir Machmud menggarisbawahi agar para jurnalis memahami setiap persoalan yang hendak dijadikan bahan berita. Contohnya isu pendirian pabrik Rembang, wartawan yang baik pasti bisa memilih mana yang terbaik untuk masyarakat Rembang. “Jadi bukan asal ikut menolak atau mendukung,” ingat Amir dalam kegiatan yang ditutup dengan buka bersama itu. (lin/znl/bwo)

    Source : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply