0800 1088888  EN

    SMI Bangun Jiwa Entrepreneurship Warga Rembang

    news / 22 June 2016

    Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum bagi Semen Indonesia untuk membangkitkan jiwa kewirausahaan di kalangan warga Kabupaten Rembang. Setidaknya ada tiga kegiatan berbeda dengan tema kewirausahaan untuk membangun kreativitas dan produktivitas masyarakat Rembang digelar oleh Semen Indonesia melalui program bina lingkungan. Penguatan kualitas sumberdaya manusia khususnya di bidang wirausaha ini diawali dengan launching pemberdayaan dan pengembangan UMKM bertajuk Paguyuban Belanja Bakul Keliling Rembang (PB2KR) di Kantor Pemda Rembang, Jumat (20/5). Melalui program PB2KR ini Semen Indonesia memberikan bantuan berupa caping, rompi dan rengkek (rak sepeda untuk berjualan) sebanyak 60 paket. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan produktifitas para pedagang keliling. Sehari berselang, masih dalam semangat kebangkitan nasional, Semen Indonesia menggelar seminar kewirausahaan bertajuk ‘Strategi pengembangan pemuda dalam perspektif kewirausahaan’, Sabtu (21/5). Seminar yang menghadirkan tiga narasumber ini memberikan wawasan tentang bagaimana memulai usaha, memetakan peluang dan risiko serta kiat-kiat menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang menjadi keynote speaker dalam seminar ini mengungkap bahwa data statistik menunjukkan tingkat kemiskinan Kabupaten Rembang menduduki tingkat ke-5 di Jawa Tengah. Pemerintah setempat menurutnya menargetkan angka kemiskinan dapat diturunkan dikisaran 11 persen dari angka kemiskinan semula sebesar 25 persen. “Penguatan ekonomi sektor riil dengan pemberdayaan UMKM yang mayoritas masih menggunakan cara tradisional dan belum memiliki daya saing cukup dibanding daerah lain akan menjadi prioritas terobosan dalam pengentasan kemiskinan Kabupaten Rembang. Program Semen Indonesia ini sejalan dengan rencana penguatan ekonomi pemerintah, wujud sinergi antara pemda dan BUMN untuk mengitegrasikan program pemberdayaan masyarakat,”tuturnya. Selain kualitas dan kuantitas, tingkat kontinyuitas hasil produksi untuk memenuhi permintaan pasar juga disebutnya menjadi kendala UMKM saat ini. Selain memberikan bantuan dan seminar, Semen Indonesia juga mengajak 50 peternak sapi di wilayah Kabupaten Rembang untuk studi banding dalam upaya peningkatan produktifitas ternak. Saat ini, menurut Staf Bina Lingkungan Rembang Abdul Manan, peternak kambing masih menggunakan pola tradisional dengan tingkat produktivitas yang rendah. Menurutnya, peternak sapi di Rembang saat ini lebih banyak mengembangkan ternak peranakan dengan pemilihan pakan ternak seadanya. Hal ini membuat perkembangan sapi ternak hanya 0,3 kg hingga 0,5 kg perhari. Melalui studi banding ke Desa Paseyan, Kecamatan Jatirogo, Tuban yang telah menerapkan pola peternakan modern diharapkan dapat mengubah pola peternakan tradisional menjadi peternakan penggemukan. Dengan pola penggemukan dan program pakan silase (konsentrat) pertumbuhan sapi ternak akan lebih cepat. “Kalau peternak nanti mau beralih ke pola penggemukan dengan pakan silase (konsentrat) pertumbuhan sapi akan lebih cepat, 1,5 kg sampai 1,8 kg perhari. Selain itu juga ada kepastian masa panen selama 100 hari. Pola ini akan meningkatkan produktifitas peternak yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan,”ungkapnya. Program ini juga memberikan wawasan tentang pembuatan pakan silase (konsentrat) untuk memastikan ketersediaan pakan selama musim kemarau. Selain itu, para peternak juga diajarkan sistem pengolahan kotoran sapi menjadi biogas sehingga memiliki nilai lebih. (bwo)

     

    Facebook Comments

    Leave a reply