0800 1088888  EN

    Sinergi Berbuah Manis Di Tonasa

    news / 15 November 2014

    Kinerja PT. Semen Tonasa dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang mengesankan, baik dari sisi produksi, penjualan, maupun EBITDA. Dari sisi pembelanjaan  Opex maupun Capex juga demikian. Kontribusi kepada penerimaan pemerintah melalui setoran pajak juga terus mengalami peningkatan yang signifikan.

    Pencapaian kinerja ini bisa terwujud karena adanya sinergi antar OPCO dalam Holding Semen Indonesia. Dari sisi pemasaran menurut Direktur Komersial Ir. Abdi Satridjo pada suatu kesempatan mengatakan, “saat ini kita tidak perlu lagi kuatir dengan masalah pemasaran, karena produk yang dihasilkan selain dipasarkan ke lokasi pasar Tonasa juga dapat dijual ke wilayah pemasaran lainnya melalui mekanisme Inter Company Sales yang diatur oleh Semen Indonesia”.  Dan memang tak dapat dipungkiri bahwa dengan adanya Pemasaran bersama in, membuat kita lebih mudah memasarkan produk sehingga berapapun yang diproduksi bisa disalurkan ke pasar.

    Adanya peningkataan penjualan dibarengi pula dengan meningkatnya pendapatan sehingga EBITDA perusahaan juga ikut naik. Kita berterima kasih kepada seluruh karyawan yang tiada hentinya melakukan improvement dan inovasi untuk mencari peluang-peluang dan metode-metode terbaik yang dapat diterapkan sehingga perusahaan  dapat beroperasi secara efisien yang hasilnya tercermin dari pencapaian EBITDA yang setiap tahunnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan, ujar Direktur keuangan SUBHAN, SE dalam suatu pertemuan rutin dengan jajaran Direksi dan karyawan.

    Lebih lanjut dikatakan bahwa peningkatan belanja perusahaan dari tahun ke tahun melalui operational expenditure dan capital expenditure terjadi karena dukungan finansial yang kuat dari holding sehingga kita tidak mengalami kesulitan dalam pembiayaan. Beberapa proyek besar dan strategis seperti Pabrik Tonasa V, Power Plant 2 x 35 MW, Coal Unloading dan Ship Loader di Biringkassi, Satu line packer di Bitung, Packing Plant di Lapuko dan Mamuju  dapat kita bangun dan selesaikan. Sekiranya pendanaan dari proyek ini hanya mengandalkan kas dari internal perusahaan tanpa dukungan finansial dari holding, tidak mungkin akselerasinya bisa secepat ini.

    Disisi lain dengan adanya holding Semen Indonesia dimana PT. Semen Tonasa merupakan salah satu bagian dari holding tersebut membuka peluang bagi karyawan  untuk berkarir dalam lingkup Semen Indonesia Group. Dan peluang ini sudah diisi oleh beberapa karyawan Tonasa yang sementara ini ditugaskan di kantor pusat Semen Indonesia dan di Thanglong – Vietnam bersama dengan rekan-rekan dari OPCO lainnya. Hal ini merupakan sesuatu yang tidak pernah terjadi dan tidak mungkin terjadi sekiranya  holding Semen Indonesia tidak terbentuk. Mudah-mudahan dengan adanya penugasan seperti ini akan melahirkan kader-kader pemimpin yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di Semen Indonesia Group. Dan saya sendiri contohnya  bisa seperti sekarang ini menjadi Direktur Utama PT. Semen Tonasa dan beberapa teman lainnya yang juga menjadi Direksi di Padang dan Gresik  karena pernah merasakan suka dukanya ditempah di kawah candradimuka bumi para wali Semen Indonesia- Gresik, kata Ir. Andi Unggul Attas ketika memberikan motivasi kepada karyawan dalam suatu pertemuan dengan Pengurus Serikat Karyawan Semen Tonasa.

    Perlu disadari bahwa dengan adanya holding ini, kita sedang dalam proses menuju perusahan kelas Dunia. Dan kita harus bangga karena menjadi bagian dari proses tersebut. Kebanggaan ini yang harus kita pelihara, sehingga melahirkan antusiasme dan semangat kebersamaan untuk memberikan kontribusi yang terbaik kepada perusahaan dalam mempercepat akselerasi mencapai tujuan besar perusahaan.

    Memang dalam proses transformasi ini, banyak hal yang dirasakaan belum begitu memuaskan, dan itu sesuatu yang lazim terjadi. Apalagi transformasi Semen Indonesia ini  yang tidak main-main karena bermetamorfosa dari individual company ke holding company sekaligus menjadi global company dan ditarget terealisasi dalam waktu secepat mungkin. Bisa dibayangkan bagaimana keruwetannya.

    Dibutuhkan memang kesadaran, keihlasan dan kearifan semua pihak untuk memahami dan menerima bahwa dalam proses transformasi suatu perusahaaan tidaklah semudah yang dibayangkan. Tentu banyak hambatan dan tantangan yang harus dihadapi, namun itu tidak bisa dijadikan justifikasi untuk melakukan langkah mundur atau langkah-langkah yang sifatnya kontra produktif . Tujuaan besar dan mulia yang ingin dicapai dengan dibentuknya holding Semen Indonesia  tidak boleh bergeser selangkahpun hanya karena adanya persoalan-persoalan kecil atau kepentingan-kepentingan individu dan kelompok yang belum terakomodasikan.

    Jujur harus diakui bahwa berkat keberhasilan sinergitas antara OPCO dalam holding Semen Indonesia telah menghantar Semen Indonesia  menjadi perusahaan terbesar di di Asia Tenggara mengalahkan Siam Cement yang puluhan tahun merajai bisnis persemenan. Ini berati pula bahwa Semen Indonesia merupakan BUMN yang paling siap menghadapi AFTA 2015.

    Dua lompatan besar prestasi yang dicapai holding Semen Indonesia yakni sukses menjadi pilot project BUMN yang sejenis dan menjadi raja semen di Asia Tenggara, ini tak lepas dari karya tangan dingin seorang CEO bernama Dwi Soecipto yang mampu mensinergikan seluruh sumber daya dan kekuatan yang ada pada OPCO-OPCO yang tersebar dari Timur ke Barat.

    Kita menunggu lagi lompatan-lompatan besar berikutnya mengingat langkah-langkah strategis yang sifatnya ekspansif satu persatu telah dilakukan oleh manajemen Semen Indonesia  untuk  meraih impian menjadi perusahaan konglomerasi tingkat dunia.

    Harapan kita semua untuk menjadikan Semen Indonesia sebagai global company dapat terwujud bilamana seluruh pemangku kepentingan dengan tulus menyatukan visi dan misi serta menghilangkan perbedaan-perbedaan yang akan memperlambat laju ekspansi perusahaan. Semoga dengan bejalannya waktu, sinergitas dan soliditas semakin membuahkan hasil yang manis dan mendapat limpahan berkah serta Rahmat dari Allah SWT. Amiin.
    Forum Komunikasi Semen Tonasa.

    Facebook Comments

    Leave a reply