0800 1088888  EN

    SGG Prima Beton Ikut Garap Mega Proyek Senilai Rp 30 T

    news / 13 Oktober 2014

    Usia boleh baru menginjak tahun ke dua. Tapi urusan kinerja, SGG Prima Beton layak diacungi jempol. Anak perusahaan Semen Indonesia yang bergerak dalam bisnis perbetonan ini terlibat dalam mega proyek senilai USD 2,5 miliar atau sekitar Rp 30 triliun (Rp 12.000/USD). Dana sebanyak itu merupakan alokasi anggaran dalam Proyek Raksasa Mufti Years ‘Pelabuhan Kalibaru’ Jakarta. Pelabuhan ini nantinya akan disulap menjadi ‘The New Tarijung Priok’. Fasilitas dan kelengkapan sarana yang di miliki tak kalah dengan pelabuhan internasional Singapura, Shanghai China dan Rotterdam Belanda.

    “Kita mendapat kepercayaan terlibat dalam mega proyek tersebut. Semua kebutuhan beton dengan segala model dan variasi dipercayakan sama SGG Prima Beton,” terang Direktur Utama SGG Prima Beton, I Ketut Arsha Putra, bangga.

    Dijelaskan mantan Kepala Departemen Pemasaran Semen Indonesia ini, kepercayaan yang diberikan ini tak semata nilai yang diberikan cukup besar. Lebih dan itu, kepercayaan itu sekaligus mengandung arti pengakuan akan ketangguhan produk Semen Indonesia. Pasalnya, dan sisi teknis, proyek The New Tanjung Priok ini cukup menantang dan butuh keahlian khusus. ‘Design depth’ cukup dalam, yaitu mencapai 20 m. Sementara Pelabuhan Tanjung Priok yang ada sekarang hanya memiliki ‘depth’ standar. Seluruh badan pelabuhan dibangun di depan Pelabuhan Tanjung Priok yang lama, yang berdiri di atas laut yang ditopang dengan tiang tiang pancang. “Ini kepercayaan bermakna ganda. Selain memberi nilai profit juga pengakuan akan kekokohan produk Semen Indonesia’” tambahnya.

    Untuk proyek tersebut, SGG Prima Beton telah berpartisipasi langsung dengan mengalahkan belasan kompetitor yang telah lebih dulu mapan di bidang perbetonan di Jabodetabek maupun di tanah air. Tahap Pertama, SGG Prima memasok beton untuk kebutuhan pembangunan 3 (tiga) Terminal Kontainer dan 2 (dua) Terminal bahan bakar minyak dan gas. Tahap ini, jumlah kebutuhan beton sejumlah 500.000 m3 beton atau setara 212.500 ton semen.

    Karena hampir seluruh kebutuhan beton di proyek ini memerlukan beton dengan kuat tekan yang tinggi, yaitu f’c 45 atau setara dengan K-550. Pengerjaan tahap awal ini diharapkan selesai pada tahun 2015 nanti. Berikutnya, kiprah SGG Prima berlanjut pada tahap tahap berikutnya. “Nantinya Mega Proyek ini dijadwalkan tuntas pada 2020 mendatang,” tandasnya.

    Perlu diketahui, Proyek ini Owner-nya adalah PT Pelabuhan Indonesia Il (Persero). Dalam pelaksanaannya telah ditunjuk konsultan Royal Haskoning DHV dan England, dan LAPI-ITB serta pelaksana konstruksi PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Perlu diketahui, SGG Prima Beton secara ‘de jure’ berdiri pada tanggal 25 Mei 2012. Namun secara ‘de facto’ berawal dan berdirinya Batching Plant pertama di Jabodetabek, tepatnya di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD),Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada l5 Januari 2013. Sejak berdirinya Batching Plant pertama tersebut PT SGG Prima Beton Iangsung dipercaya untuk berpartisipasi dalam kancah proyek-proyek raksasa berskala nasional, maupun internasional, mencoba menyaingi para kompetitornya yang sudah lebih lama malang melintang di bisnis beton Indonesia, khususnya di Jabodetabek. (tutl*)

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply