0800 1088888  EN

    Sepanjang 2018, Volume Penjualan SMI Tumbuh 7 Persen

    News / 18 Januari 2019

    Hasil penjualan Semen Indonesia mampu membukukan pertumbuhan sekitar 7 persen menjadi 33,6 juta ton. Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto mengatakan, tumbuhnya penjualan semen perusahaan ini ditopang oleh penjualan ekspor yang naik lebih tinggi. Pasalnya, penjualan semen domestik hanya tumbuh 2 persen menjadi 27,8 juta ton.

    Konsumsi semen nasional sepanjang tahun lalu, menurut Agung, hanya naik 4,8 persen menjadi 69,5 juta ton. Tahun ini, manajemen  memperkirakan, konsumsi semen nasional dapat tumbuh 4–5 persen. “Perhitungan tersebut berdasarkan proyeksi inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2019,” ujar dia, Rabu (16/1).

    Meski begitu, Agung mengatakan, masih belum bisa membagikan target volume penjualan di tahun ini. “Yang jelas harapan kami bisa menjaga market share. Jadi kami harus mampu mengimbangi pertumbuhan semen nasional,” jelas dia.

    Proyeksi pertumbuhan konsumsi semen di tahun ini sejalan dengan hitungan Kepala Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan. Dia memperkirakan konsumsi semen nasional tahun ini akan tumbuh sekitar 4–5 persen.

    Dengan demikian, volume penjualan semen Semen Indonesia tahun ini bisa tumbuh 5–7 persen atau sama dengan tahun lalu. “Mereka masih memimpin pasar. Jadi kemungkinan bisa menyerap lebih banyak,” kata Alfred.

    Meski begitu, di tahun ini, masalah besar industri semen masih akan menghantui Semen Indonesia. Agung mengatakan, di tahun ini kelebihan pasokan semen masih akan terjadi. “Kapasitas terpasang di seluruh pabrik semen Indonesia tahun ini ada 110 juta ton, dengan konsumsi semen 73-75 juta ton,” papar dia.

    Analis Indo Premier Sekuritas Willy Goutama juga mengatakan, kelebihan pasokan semen di Indonesia masih terus berlanjut. Namun dia yakin, Semen Indonesia masih bisa tumbuh lebih baik. Pasalnya, perusahaan semen ini mampu menyesuaikan average selling price (ASP) berdasarkan wilayah.

    Ditambah lagi, Semen Indonesia telah sepakat mengakuisisi PT Holcim Indonesia. Pangsa pasar Semen Indonesia yang saat ini sebesar 43 persen bisa bertambah hingga 51 persen pasca merger dengan Holcim Indonesia.

    Namun proses akuisisi ini sedikit molor. Toh, manajemen Semen Indonesia  yakin masih bisa membukukan pertumbuhan penjualan. Sebelumnya, perusahaan ini berencana menyelesaikan akuisisi di bulan ini.

    Namun ada proses persiapan administrasi yang belum rampung. Diperkirakan  akuisisi akan rampung di Februari. “Tunggu saja. Ini masih Januari bisa saja closing akhir Januari, selambat-lambatnya Februari,” jelas Agung. Sejatinya menurut dia, tidak ada kendala selain administrasi.

    Tahun ini, Semen Indonesia menganggarkan belanja modal lebih besar karena untuk membiayai akuisisi Semen Holcim dan pemeliharaan mesin. “Belanja modal dari kas dan pinjaman bank asing sudah diteken di tahun lalu,” kata Agung.

    Sedangkan total capital expenditure (capex) bisa mencapai USD 2,5-3 juta untuk pemeliharaan mesin per ton kapasitas. Untuk akuisisi Semen Holcim, Semen Indonesia menyiapkan USD 917 juta, yang dipenuhi dari pinjaman bank asing senilai total USD 1,28 miliar.(kontan.co.id/riz)

    Facebook Comments

    Leave a reply