0800 1088888  EN

    SEMINAR: BECOMING STAR EMPLOYEE, “INGIN JADI BINTANG? LEPASKAN RANTAI GAJAH”

    news / 6 Agustus 2013

    “Untuk bisa bertumbuh dan lepas dari jebakan diri, harus bisa melepaskan beberapa kebiasaan yang menjeratnya”, ujar trainer sekaligus inspirator Sukses Mulia Jamil Azzaini di Graha Sandiya Tuban Selasa (30/7) dan di Gedung PPS Gresik, Rabu (31/7). Jeratan yang dimaksud Jamil, antara lain, belenggu pikiran merasa tidak mampu, tidak berbakat, dan tidak-tidak yang lain. Belenggu internal itulah yang disebut rantai gajah. “Lepaskan rantai gajah jika ingin terus bertumbuh,” ujar dia.

    Dia mengambil analogi kutu anjing. Kutu anjing adalah salah satu ciptaan Tuhan yang memiliki kemampuan melompat sejauh 300 kali dari tinggi tubuhnya. Jika kutu tersebut dimasukkan ke kotak korek api selama taruhlah dua minggu, kemampuan melompat yang dimilikinya hanya setinggi korek api. Celakanya, si kutu tidak merasa bahwa kemampuannya turun.

    Kotak korek api dalam perpektif dunia kerja, menurut Jamil, adalah atasan, sistem gaji, kondisi kerja dan lain-lain. “Kalau bisa bekerja layaknya orang yang bergaji Rp 50 juta, kerjakan saja. Jangan membatasi kemampuan sesuai gaji yang diterima,” ujar motivator yang juga dosen pascasarjana IPB itu. Dengan membatasi diri, kemampuan yang sebenarnya ada akan terbelenggu dan tidak bisa berkembang. Sebaliknya, bila bekerja maksimal sesuai kemampuan yang dimiliki, akan lahir seorang karyawan yang different. “Setiap bintang lahir karena berbedar dari yang lain. Untuk menjadi star, jadilah orang yang berbeda. “Beda” yang dimaksud jangan dimaknai sebagai sesuatu yang bersifat negatif, melainkan sebaliknya, beda yang positif.

    Cara berbeda dan menjadi bintang” jawabannya adalah move on, terus bergerak, berpindah. Ada empat on yang bisa dinyalakan untuk mendukung agar menjadi bintang, baik ditempat kerja maupun di lingkungan. Empat on itu adalah vision, action, passion dan collaboration. Agar hidup menjadi lebih bersemangat, segera temukan vison (keinginan, impian). Jadikan vision sebagai bahan bakar dan energi dalam hidup. Dibutuhkan action (tindakan) passtion (antusiasme) dan collaboration (kerja sama) untuk meraihnya. “Hidup itu singkat, segera temukan vision Anda, Wujudkan vision itu dengan action, passion dan collaboration,” pungkasnya menyemangati.

    Kabiro Diklat Aris Sunarso menyatakan, seminar bertajuk Becoming Star Employee itu bertujuan mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan yang membangun, khususnya pengembangan kepribadian. “Diharapkan ada keseimbangan antara kemampuan teknis dengan kesadaran batin atau rohani,” ujarnya. Keseimbangan keduanya akan berdampak positif, baik terhadap perusahaan maupun perkembangan karyawan yang bersangkutan.

    Facebook Comments

    Leave a reply