0800 1088888  EN

    Semen Indonesia Waspadai Ketatnya Persaingan Bisnis Semen

    news / 7 March 2013
    Persaingan bisnis semen di Indonesia ke depan bakalan semakin kompetitif seiring dengan gencarnya penambahan pabrik baru dan masuknya investor baru ke bisnis ini. PT Semen Indonesia Tbk sebagai market leader mulai mewaspadai ketatnya persaingan ini.
    “Meski Semen Indonesia masih merupakan market leader, namun kita tak boleh terlena,” kata Dwi Soetjipto di hadapan karyawan PT Semen Indonesia dalam acara Semen Indonesia Award on Innovation (SIAI) di Grand City, Kamis (7/3/2013).
    Dwi menjelaskan, meski pabrik baru sudah dibangun di Tuban, namun Holcim tak mau tinggal diam. Perusahaan yang pertama kali berdiri di Swiss ini mendobelkan kapasitasnya melalui pabrik dan mesin baru hingga mampu berproduksi 3 juta ton per tahun.
    Kewaspadaan lain yang disebut Dwi adalah Indocement yang mencari lahan baru dan terus meningkatkan kapasitas produksinya. Semen Bosowa juga mulai masuk Rembang, Jateng. “Ada juga investor swasta yang sudah mengurus izin pembangunan pabrik semen di Sulawesi Selatan, satu lokasi dengan Semen Tonasa,” tambah Dwi.
    Untuk investor asing, Dwi mengatakan, jika Siam Cement sudah mempunyai rencana membangun pabrik di Jabar. Cina juga tak mau ketinggalan. Dua investor asal Cina mulai berekspansi ke pasar Indonesia.
    China Triumph International Engineering Co (CTIEC) sudah bersiap menginvestasikan dananya untuk membangun pabrik di Grobogan, Jateng dengan kapasitas 2-3 juta ton. Anhui Conch Cement Company Ltd, Prosperity Materials Limited, dan Komisi Pengawasan dan Administrasi Propinsi Anhui berminat untuk pengembangan indistri semen di Indonesia. Konsorsium itu sudah melakukan penandatangan MoU dengan Kementrian Perindustrian.
    Anhui yang merupakan pemain besar semen di Cina dengan kapasitas 100 juta ton per tahun berencana membangun pabrik baru dalam waktu 4 tahun ke depan. Lokasinya di Kalimantan dengan kapasitas 7 juta ton per tahun.
    Semen Indonesia sendiri tak tinggal diam. Strategi ekspansi masif akan dilakukan. Pabrik baru di Tuban dan Sulsel serta proses penambahan pabrik baru di Rembang, Sumatera Barat akan menambah kapasitas Semen Indonesia menjadi 36,5 juta ton per tahun pada 2016.
    Facebook Comments

    Leave a reply