0800 1088888  EN

    Semen Indonesia Terbaik versi Forbes dan Fortune

    news / 7 Agustus 2014

    Bulan Juli yang bersamaan dengan Puasa Ramadahan, mendatangkan berkah tersendiri bagi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI). Perseroan dengan kode emiten SMGR ini, mendapatkan penghargaan bergengsi dari Forbes dan Fortune. Dua majalah dunia yang selama ini concern pada perkembangan bisnis global itu, menempatkan SMI masuk dalam perusahaan terbaik di Indonesia.

    Forbes dalam edisi Juli 2014, menampilkan daftar 50 perusahaan terbaik di tanah air. Lewat laporan bertajuk Best of The Best The 50 Best Company Indonesia 2014, SMI ditempatkan pada posisi 17. Selain SMI, perusahaan semen lain yang masuk dalam peringkat ini adalah Holcim Indonesia yang menempati peringkat 28.

    Di bulan yang sama, Fortune juga mengapresiasi kinerja perusahaan SMI. Dalam daftar 100 perusahaan terbaik Indonesia, majalah ini menempatkan SMI di posisi 22. Posisi ini naik tiga peringkat dibanding tahun lalu yang berada di posisi 25. Posisi SMI meninggalkan dua perusahaan semen lain yang masuk yakni Indocement Tunggal Perkasa T bk di posisi ke 30, dan Holcim Indonesia menempati peringkat 63.

    Kinerja keuangan menjadi salah satu parameter penting dari Forbes dan Fortune dalam lakukan pemeringkatan. Untuk yang satu ini, SMI bisa dibilang tak tertandingi oleh kompetitor. Data di Forbes, SMI membukukan sales sebesar Rp 24,5 triliun dengan market cap Rp 90,5 triliun.

    “Semen Indonesia merupakan perusahaan semen terbesar di lndonesia yang membawahi empat anak perusahaan yakni Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa dan Thang Long Vietnam,” tulis Forbes.

    “Tahun lalu volume produksi meningkat 18 persen menjadi 27 juta ton. Sedang volume penjualan naik 24 persen menjadi 28 juta ton,” beber Forbes.

    Sementara itu, Fortune menjadikan beberapa parameter dalam lakukan pemeringkatan. Diantaranya pendapatan, laba bersih, aset, ekuitas, kapitalisasi pasar dan laba bersih per saham. Ditulis Fortune, di sisi besaran laba bersih, peringkat SMI naik satu peringkat diurutan ke 10. Di Sisi
    nilai aset perusahaan, SMI di posisi ke-30. Sementara itu untuk ranking ekuitas, SMI berada pada posisi 17, dan kapitalisasi pasar di posis 11 . Sedangkan untuk laba bersih per saham SMI menempati ranking ke 22.

    Berbeda dengan tahun lalu, pemeringkatan kali ini tak hanya menyasar perusahaan terbuka yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kali ini, ditambah sejumlah perusahaan non terbuka. Baik BUMN atau swasta yang sudah menerbitkan obligasi di pasar lokal atau pun luar negeri. Kenapa begitu? Perusahaan-perusahaan yang menerbitkan obligasi itu lantaran laporan keuangannya bisa diakses publik.

    “Seperti halnya perusahaan terbuka, laporan keuangan yang bisa diakses publik merupakan syarat utama untuk melihat kinerja perusahaan itur” jelas Rizka S Aji, Editor in Chief Fortune Indonesia.

    Selain itu, perusahaan yang masuk dalam peringkatan juga dinilai apakah perusahaan itu menghasilkan laba di tahun sebelumnya.

    “Meskipun perusahaan itu bisa mencetak penjualan tertinggi tetapi merugi, terpaksa tidak bisa masuk dalam peringkat yang kami buat bersama PT Danareksa,” ungkapnya.

    Dengan metode penilaian yang berubah berakibat terjadinya pergeseran peringkat Seperti halnya PT Pertamina (Persero).Tbk. menggeser PT Astra International Tbk. dari posisi puncak. Dari Majalah Fortune 100 Indonesia, ada enam perusahaan baru yang masuk, serta 15 perusahaan yang tercatat mengalami penurunan pendapatan sepanjang tahun 2013. (ram/znl)

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply