0800 1088888  EN

    Semen Indonesia Targetkan Market Share Naik 1 s/d 2 persen pada 2019

    news / 3 November 2018

    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan pangsa pasar sebesar 1%-2% pada 2019, didorong inovasi dalam hal marketing dan sales, inovasi dalam hal penelitian dan pengembangan (research and development), serta inovasi engineering. Salah satu inovasi di bidang marketing dan sales, Semen Indonesia meluncurkan platform Sitos.id (Semen Indonesia Total Solution) yang diharapkan mendorong pertumbuhan dengan dukungan teknologi digital.

    “Untuk growth ke depan, market share Semen Indonesia bisa meningkat paling tidak 1%-2% pada 2019, untuk memberikan nuansa kepada kita semua bahwa Semen Indonesia itu tumbuh. Salah satunya adalah dengan melihat dari pertumbuhan market share-nya, didukung inovasi marketing dan sales, inovasi penelitian dan pengembangan, danengineering,” ujar Rudi Hartono, GM of Marketing Planning & Control Semen Indonesia, di booth Semen Indonesia usai pembukaan Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2018 di Jiexpo Kemayoran, Rabu (31/10).

    Menurut dia, Sitos.id merupakan suatu platform dari Semen Indonesia Group untuk produk semen, turunan semen, dan jasa. “Dengan platform tersebut, kami bisa mengintegrasikan semua produk itu, sehingga konsumen bisa membeli produk semen, menggabungkan dengan produk lainnya dan bisa menggabungkan dengan produk jasa yang disediakan oleh Semen Indonesia Group. Oleh sebab itu, kami namakan sebuah total solution bagi konsumen. Arahnya seperti itu,” paparnya.

    Rudi menjelaskan Sitos telah di-launching akhir 2017 dengan target pasar seluruh Indonesia, mulai dari pelanggan bisnis besar sampai pelanggan ritel. Pelanggan ritel kalau misalnya ada pembelian produk Semen Indonesia bisa dilayani melalui platform tersebut. “Pelanggan ritel kalau ada komplain terkait produk Semen Indonesia juga bisa diberikan solusi dengan Sitos,” ucapnya.

    Dia menerangkan platform tersebut bertujuan untuk memperluas cakupan segmen pasar, yang dulu dilayani secara tradisional, sekarang bisa pakai gadget secara online. “Jadi lebih teratur dan efisien. Misalnya, nanti pada saat pengiriman di daerah yang agak dalam, kami bisa atur supaya dikirim dari gudang terdekat,” jelasnya.

    Rudi menambahkan platform tersebut saat ini dalam taraf pembangunan. Sitos dimulai dari awal, sehingga masih butuh masa pertumbuhan. “Sekarang masih dalam masa pertumbuhan, kami bangun brand awareness, bangun kepercayaan kepada calon konsumen bahwa kita punya total solution di Semen Indonesia Group,” katanya.

    Semen Indonesia Group, lanjut dia, dengan dukungan kapasitas dalam negeri sekitar 30 juta ton per tahun siap untuk melayani semua kebutuhan semen di seluruh Indonesia. “Kami secara infrastruktur memiliki pelabuhan dan packing plant sebanyak 25, integrated plant di Padang, Tuban, Tonasa. Serta, grinding plant di Medan. Jadi mulai ujung timur Indonesia sampai dengan ujung barat, Semen Indonesia siap untuk men-support percepatan pembangunan infrastruktur pemerintah,” tegasnya.

    Selain dukungan inovasi serta kapasitas yang besar, menurut dia, target peningkatan pangsa pasar juga akan didukung pertambahan komunitas ahli konstruksi yang dihimpun perusahaan. “Ahli konstruksi merupakan agen dari Semen Indonesia, dalam hal ini adalah agen penjualan. Salah satu faktor yang memberi keputusan penggunaan merek semen itu adalah ahli konstruksi. Jadi kami juga punya komunitas ahli konstruksi juga yang sudah connect dengan Semen Indonesia melalui database kita, gadget mereka, sehingga kita tahu mobilitas dari ahli konstruksi yang menjadi komunitas Semen Indonesia,” ucapnya.

    Di sisi lain, ahli konstruksi sebagai agen penjualan Semen Indonesia sehingga bisa menyampaikan dan memberi testimoni setelah menggunakan produk Semen Indonesia tentang kemudahan dari menggunakan Semen Indonesia serta ketersediaan dari Semen Indonesia yang ada di seluruh Indonesia.

    Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2018 di Jiexpo Kemayoran, Rabu (31/10), dibuka oleh Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani. Dalam acara tersebut, Presdien Joko Widodo secara simbolis memberikan sertifikat kompetensi kepada 10.000 ahli konstruksi.

    Presiden Jokowi mengatakan, perlunya sertifikat kompetensi bagi pekerja konstruksi sebagai modal untuk bersaing dengan pekerja dari negara-negara lain. Presiden menargetkan, jumlah sertifikat kompetensi dapat bertambah 10 kali lipat di tahun depan.

    “Jumlah sertifikat ini masih sangat sedikit, saya minta tahun depan 10 kali lipat dari yang diberikan sekarang, karena dalam persaingan global sertifikat seperti ini sangat dibutuhkan sekali,” kata Presiden Jokowi dalam sambutan IndonesiaInfrastructure Week (IIW) 2018.

    Dengan adanya sertifikat, maka pekerja atau ahli konstruksi di Tanah Air tidak kalah dengan negara-negara lain. “Karena itu saya sangat menghargai, apresiasi kontribusi bapak ibu (pekerja konstruksi), terutama para pelaku di lapangan saudara-saudara adalah pelaku di lapangan apalagi bekerja di daerah terisolir,” tambah dia.

    Sertifikasi konstruksi ini menjadi penting karena sesuai amanat UU No 2 Tahun 2017 yang menyatakan, setiap pekerja konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja. Bagi pengguna jasa dan/atau penyedia jasa wajib mempekerjakan tenaga kerja sertifikat, kalau tidak akan dikenakan sanksi mulai dari denda administratif sampai penghentian sementara kegiatan layanan.

    Dari total 8,14 juta tenaga kerja tenaga kerja konstruksi, baru 10%-nya tersertifikasi kompetensi. Untuk itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengimbau kepada seluruh pihak terkait untuk memegang komitmennya untuk menegakkan ketegasan hukum.

    “Penggunaan tenaga kerja bersertifikat harus tertuang sejak disepakatinya kontrak kerja konstruksi demi jaminan profesionalisme, mutu, dan akuntabilitas dari setiap kerjaannya,” kata Basuki.

    Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani menambahkan Kadin mendukung program sertifikasi yang telah diprakarsai oleh Kementerian PUPR untuk menciptakan tenaga konstruksi yang handal, terutama dalam menghadapi semakin meningkatnya pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam rangka pembangunan infrastruktur di Indonesia.

    Saat ini dibutuhkan sekitar 394.000 tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat, sehingga memiliki kompetensi yang lebih baik. Rosan mengatakan, Kadin mengajak semua pemangku kepentingan terkait mulai dari BUMN, pelaku usaha swasta, perguruan tinggi, kementerian, asosiasi profesi, dan LPJKN untuk ikut berperan mengingkatkan kualitas SDM melalui program sertifikasi tenaga kerja konstruksi.(*/dry)

    Facebook Comments

    Leave a reply