0800 1088888  EN

    Semen Indonesia Targetkan Kenaikan Penjualan 10%

    news / 20 Februari 2013

    PT Semen Indonesia (persero) Tbk menargetkan peningkatan penjualan di kawasan Jawa Barat sekitar 10 persen dari pencapaian penjualan tahun lalu. Target peningkatan penjualan semen, sejalan dengan pengembangan perdagangan Semen Indonesia di kawasan ini.GM pengembangan dan Pemasaran PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Bambang Djoko Sulistyo mengatakan, kontribusi Jawa Barat terhadap penjualan Semen Indonesia pada 2012 hanya tumbuh 4 persen dengan volume 1,6 juta ton.

    “Tahun ini, kami menargetkan pertumbuhan penjualan di Jabar sekitar 10 persen,” kata Bambang di sela-sela Gathering Pelanggan di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh Kota Bandung, Rabu (20/2/2013) malam.

    Optimisme peningkatan penjualan semen di kawasan Jabar, berkaca pada optimisme pertumbuhan pembangunan sektor properti. Peningkatan penjualan di Jawa Barat, telah terlihat pada bulan Januari 2013. Semen Indonesia mencatat penjualan di wilayah Jawa Barat sebanyak 161 ribu ton. Pembangunan properti pada bulan berikutnya diperkirakan tumbuh, dan menggenjot konsumsi semen sampai jutaan ton.

    Lebih lanjut Bambang menjelaskan, selain memperbesar penjualan di Jawa Barat, perusahannya juga menyasar penjualan di kawasan lainnya di Indonesia. Untuk mendorong tercukupinya kebutuhan pasar, Semen Indonesia berencana melakukan perluasan pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksi.

    “Pada kuartal I/2013, kami akan memulai pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah dengan kapasitas 3 juta ton semen per tahun,” jelas dia. Dengan penambahan pabrik baru, Semen Indonesia menargetkan mampu memproduksi 36,5 juta ton semen per tahun pada 2016 mendatang.

    Disebutkan dia, saat ini Semen Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai market leader di industri semen nasional. Sepanjang tahun 2012, penjualan Semen Indonesia mencapai 22,5 juta ton semen, meningkat 14,7 persen dibanding capaian 2011 sebesar 19,6 juta ton.

    Penjualan semen secara nasional, lanjut dia, sebanyak 55 juta ton, tumbuh 14,5 persen dibanding 2011 sebesar 48 juta ton. Semen Indonesia masih menjadi market leader dengan penguasaan pasar sekitar 41 persen.

    “Pertumbuhan semen nasional setiap tahun akan mencapai rata-rata 6-10 persen. Kami mengantisipasi tingkat pertumbuhan tersebut dengan terus membangun pabrik baru, antara lain, di Sumatera Barat dan Jawa Tengah,” jelas Bambang.

    Pengembangan pasar merupakan opsi untuk meningkatkan kinerja bisnis PT Semen Indonesia. Sebelumnya, Semen Indonesia juga mengakuisisi TLCC dengan penguasaan 70 persen saham. TLCC adalah sebuah perusahaan semen vietnam.

    Dikatakannya, akuisisi itu untuk juga sebagai sebuah langkah untuk menjadikan PT Semen Indonesia sebagai industri semen terbesar di kawasan ASEAN.

    Facebook Comments

    Leave a reply