0800 1088888  EN

    SEMEN INDONESIA RESMIKAN PACKING PLANT BANJARMASIN

    news / 5 Maret 2014

    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI) kian memantapkan diri sebagai market leader. Salah satunya, dengan meresmikan satu packing plant lagi di Banjarmasin, Rabu (26/2). Pabrik pengemasan yang diresmikan oleh Direktur Engineering & Project SMI Suharto bersama Walikota Banjarmasin Muhidin itu, terletak di Jalan PM Noor, Pasir Mas, Banjarmasin.

    Dibangun pada November 2012  dengan investasi Rp 120 miliar, packing pant Banjarmasin memiliki 1 buah silo penyimpanan semen, dilengkapi 2 line semen bag dengan rotary packer berkapasitas 2200 bag per jam, dan 1 line curah dengan  kapasitas 120 ton per jam. Fasilitasnya, dilengkapi dengan dermaga yang bisa disandari kapal dengan kapasitas sebesar 5.000 DWT yang mampu mendukung kecepatan unloading transport 1 X 300 ton per jam.

    “Packing Plant  Banjarmasin ini  juga akan semakin memperkuat eksistensi dan ekspansi bisnis perseroan di Kalimantan, sehingga dapat menggaransi ketersediaan pasokan. Ini adalah bagian dari strategi perseroan agar bisa semakin dekat dengan konsumen,” ujar Suharto.

    Menurutnya, packing plant mampu memberikan efisiensi bagi perusahaan yang signifikan. Jika dihitung sejak transportasi keluar pabrik, biaya kapal curah, biaya pengemasan dan loading ke truk, ada penghematan Rp 80 ribu per ton. Jika packing plant memiliki kapasitas 6000 ton per tahun, maka potensi penghematan akan mencapai sekitar Rp 48 miliar per tahun. Manfaat lain, adalah peningkatan kecepatan bongkar muat dan meningkatnya volume kapal yang dapat bersandar, sehingga akan mampu menjamin kontinuitas pasokan semen di Kalimantan Selatan dan sekitarnya.

    Selain harga semen yang terjangkau, pembangunan packing plant membawa multiplayer effect bagi perekonomian daerah. SMI sebagai sebuah industri dengan banyak pemangku kepentingan, faktor keuntungan atau profit adalah hal yang mutlak. Namun, sebagai entitas yang hidup dan beroperasi di tengah masyarakat, perusahaan tidak melupakan peran masyarakatsekitar dan juga lingkungan. Selama proses pembangunan packing plant Banjarmasin, untuk program CSR telah dibangun musholla, akses jalan kampung warga, penghijauan area packing plant, penggunaan kontraktor lokal, bantuan hewan kurban, bantuan pembelian alat pemadam kebakaran, sponsorhip kegiatan dan lainnya. Komitmen terhadap lingkungan diwujudkan dengan luas area hijau atau green belt yang mencapai 50 persen dari total lahan yang digunakan. Tenaga kerja lokal yang terlibat dalam pembangunan packing plant Banjarmasin mencapai 400 orang dan saat operasional menyerap 35 tenaga kerja, sehingga mampu mendukung pemerintah provinsi Kalimantan Selatan dalam penyediaan lapangan kerja.

    Hingga akhir Januari lalu, pasar semen di Kalimantan berkembang  menggembirakan. Penjualan semen di Kalimantan mencapai 374,56 ribu ton, meningkat 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 349,56 ribu ton.

    Pertumbuhan penjualan tersebut, lebih tinggi di banding pertumbuhan semen di beberapa daerah lainnya di Indonesia, Sumatera tercatat tumbuh minus 1,0 persen, Nusa Tenggara tumbuh minus 5,2 persen dan  Maluku & Irian Jaya tumbuh minus 19,1 persen.

    Secara nasional selama tahun 2013, penjualan semen di Kalimantan mencapai 4,39 juta ton, meningkat sebesar 7,6 persen dibanding periode yang sama tahun 2012 sebesar 4,01 juta ton.

    Sepanjang 2013, SMI berhasil membukukan pendapatan Rp 24,5 triliun atau  tumbuh  25 persen dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah Rp 19,5 triliun. Total volume penjualan, tercatat 27,81 juta ton atau meningkat 27 persen dibanding 2012 (21,9 juta ton). Sementara volume penjualan semen domestic,  tercatat 25,4 juta ton atau meningkat 13,2 persen, jauh melampui kinerja industri dalam negeri yang  tumbuh sebesar 5,5 persen.

    Dengan demikian, pangsa pasar perseroan meningkat menjadi 44 persen dibanding tahun 2012 yang tercatat sebesar 41 persen, sekaligus memperkokoh posisi perseroan sebagai market leader di industri semen nasional.

    Hingga saat ini SMI telah  memiliki tiga lokasi pabrik di Indonesia yang letaknya  secara geografis sangat strategis yaitu Semen Padang di Sumatera, Semen Gresik di Jawa  serta Semen Tonasa di Sulawesi dan memiliki 1 lokasi pabrik di luar negeri yaitu Thang Long  Cement di Vietnam. Perseroan juga memiliki Cement Mill sebanyak 22 unit, packing plant 23 unit  serta sarana perluasan jangkauan pasar yang ditunjang dengan keberadaan pelabuhan khusus (special sea port) semen yang dimiliki perseroan. Pelabuhan itu untuk menjamin kecepatan waktu bongkar muat semen. Saat ini, ada 11 pelabuhan khusus yang dimiliki perseroan, yaitu di  Padang, Tuban, Gresik, Biringkasi, Dumai, Ciwandan, Banyuwangi,Sorong dan dua pelabuhan  di Vietnam.

    Facebook Comments

    Leave a reply