0800 1088888  EN

    Semen Indonesia Pertahankan Pasar

    news / 8 Maret 2013

    Ekspansi besar-besaran yang tengah dilakukan para pelaku industri semen oleh pemain lama maupun baru akan menjadikan persaingan pasar produknya semakin ketat di Tanah Air. Meski demikian, PT Semen Indonesia Tbk tetap optimis akan menjadi penguasa pasar terbesar (market Leader).

    Produsen semen terbesar di Indonesia tersebut telah menyiapkan banyak strategi, seperti penambahan kapasitas produksi. Perseroan juga mengedepankan inovasi untuk meningkatkan efisiensi pada proses produksi dengan melibatkan karyawan di seluruh pabrik dan anak usahanya.

    “Dengan Strategi dan inovasi, Semen Indonesia tak gentar dengan semakin banyaknya investor yang ekspansi di bisnis semen. Inovasi yang terus kami gulirkan akan menjadi modal berharga bagi kami untuk tetap menjadi market leader,” ujar Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto pada acara “Semen Indonesia Award on Innovation” di Surabaya, Jawa Timur, Kamus (7/3).

    Dia Menjelaskan, ekspansi besar-besaran pada industri semen du dalam negeri justru harus dipandang sebagai tantangan yang perlu dihadapi dengan cerdas dengan cara tetap berinovasi. Apalagi, jika Semen Indonesia tetap ingin memimpin pasar dalam beberapa tahun ke depan.

    Dia menyebutkan, ekspansi industri semen terus dilakukan diantaranya oleh PT Indocement yang meningkatkan kapasitas pabriknya dan terus mencari lahan baru untuk pengembangan. Di Tuban, PT Holcim juga melipatgandakan kapasitas pabrik. Pabrik semen tersebut berkapasitas produksi menjadi 3 juta ton pertahun.

    Kemudian, Siam Cement merencanakan pendirian pabrik di Jabar dan PT Semen Bosowa mulai bersiap masuk ke Rembang, Jawa Tengah. Bosowa Group akan mebangun tiga pabrik semen sepanjang tahun 2013, yakni di Sorong (Papua Barat), Cilegon (Banten), dan Barru (Sulawesi Selatan/Sulsel). Total kapasitas tiga pabrik tersebut mencapai 5,55 juta ton pertaun.

    “Saya juga tahu, ada investor swasta yang sudah mengurus izin pembangunan di sekitar pabrik Semen Tonasa di Sulawesi Selatan,” imbuh Dwi.

    Menurut dia, pasar semen dalam negeri memiliki prospek yang cerah ke depannya, sehingga investor asal Tiongkok juga mengincar pasar di Tanah Air. Saat ini, China Triumph International Engineering Co Ltd tengah bersiap membangun pabrik semen berkapasitas 2-3 juta ton di Grobogan, Jawa Tengah.

    Tak hanya itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga telah menekan nota kesepahaman (MoU) dengan konsorsium asal Tiongkok, yaitu Anhui Conch Cement Company Ltd, Prosperity Materials Limited, dan Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset-aset milik Provinsi Anhui untuk pengembangan industri semen di Indonesia.

    Di Kalimantan, Anhui akan membangun pabrik berkapasitas 7 juta ton dalam empat tahun ke depan. “Anhui ini pemain besar Tionkok karena punya kapasitas produksi 100 juta ton per tahun,” ujarnya.

    Dengan semakin ketatnya kompetisi, Semen Indonesia pun menyiapkan ekspansi secara agresif. Setelah pabrik baru di Tuban dan Sulsel beroperasi, Semen Indonesia segera membangun pabrik baru di Rembang (Jateng) dan Sumatera Barat.

    “Dengan tambahan pabrik baru di Rembang dan Sumatera Barat, serta rencana pabrik-pabrik baru lainnya, kelompok usaha semen terbesar di Indonesia ini akan mempunyai kapasitas 36,5 juta ton per tahun pada 2016,” ibuh Dwi.

    Pasar dan Nama
    Data Asosiasi Semen Indonesia menyebutkan, total konsumsi semen di Tanah Air mencapai 54,96 juta ton sepanjang tahun 2012.  Angka tersebut meningkat 14,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya 48 juta ton. Sebanyak 30,78 juta ton semen terserap di pulau Jawa dan sisanya dipulau lainnya.

    Sementara itu, Semen Indonesia masih menjadi produsen yang terbanyak menjual semen di Tanah Air, yakni 30,37 juta ton atau menguasai pangsa pasar 40,89% tahun lalu. Produksi perseroan dikontribusi dari anak usaha PT Semen Gresik 11,39 juta ton, PT Semen Padang 6,56 juta ton, dan 4,51 juta ton.

    PT Semen Indonesia Tbk adalah perubahan dari nama PT Semen Gresik pada Januari 2013. Perubahan merupakan satu langkah kecil dari strategi terintegrasi perseroan untuk menjadi strategic holding, yang akan membawa BUMN semen ini menjadi kelompok usaha semen terkemuka di tingkat regional dan global.

    Menteri BUMN Dahlan Iskan pernah menjelaskan, keberadaan Semen Indonesia memiliki dua fungsi, yakni mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional dan perusahaan yang akan bersaing di kancah global. “Sekarang sudah terbukti, Semen Indonesia menjadi perusahaan semen terbesar di kawasan Asia Tenggara,” tutur dia.

    Dahlan menambahkan, nama Semen Indonesia sebenarnya sempat akan digunakan pihak lain. Tetapi, karena manajemen bergerak cepat untuk mendaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM, nama itu akhirnya yang menggantikan nama Semen Gresik.

    Facebook Comments

    Leave a reply