0800 1088888  EN

    Semen Indonesia Masuk Jajaran Perusahaan Berfinansial Prima Versi Bloomberg

    news / 26 September 2014

    Prestasi dan puja puji sepertinya tak pernah berhenti diterima Semen Indonesia. Bukannya meminta, ini adalah bentuk apresiasi pihak luar akan kinerja cemerlang penguasa pasar semen nasional ¡ni. Terbaru, kali ini giliran Bloomberg Businessweek Indonesia. Dalam edisi 25-51 Agustus, majalah yang berbasis di New Yor Amerika Serikat ini memuji tata kelola manajemen keuangan Semen Indonesia. Khususnya dalam pengelolan dana kas.

    Aihasil, Bloomberg pun mengganjar Semen Indonesia masukdalam jajaran perusahaan berduit di Indonesia. Penghargaan ¡ni dilakukan dengan mempelajari 440 laporan keuangan emiten dan 501 emitemen yang tercatat di Bursa Eefek Indonesia (BEl) per Juni 2014. Dan 440 emitemen, diseleksi menjadi 369 karena ditemukan 71 emitemen merugi. Dan jumlah ini, diseleksi lagi emiten yang mencetak laba bersih dua tahun berturut turut sehingga tersisa 211 emiten.

    Dan jumlah ¡tu, dipilih dalam lima kanal yakni Perbankan, Aneka Industri, Telekomunikasi Indonesia, Industri Barang Konsumsi, Industri Dasar dan Kimia, Perdagangan, Jasa dan Investasi, Pertambangan, Properti dan Real Estate serta Pertanian. Semen Indonesia yang bercokol di kategori Industri Dasar dan Kimia, disebut layak menyandang perusahaan berduit. Dijelaskan di sana, Perseroan miliki dana kas sebesar Rp 2,48 triliun dengan nilai kapitalisasi Rp 99,20 triliun. Pendapatan tercatat Rp 12,89 triliun dengan laba Rp 2,8 triliun. Perusahaan cukup sehat karena  miliki pertumbuhan laba sebesar  9,30 persen.

    Bloomberg juga membedah anatomi perusahaan. Ditulis di sana, perusahaan yang didirikan 57 tahun lalu ini memiliki 6.903 jumlah karyawan. Tahun 2014 ini, Semen Indonesia menargetkan produksi Semen sampai 31,8 juta ton. Kapasitas produksi akan terus bertambah, penambahan kapasitas produksi semen nantinya akan ditingkatkan melalui ekspansi di sejumlah pabrik baru dengan strategi peningkatan kapasitas pabrik yang telah beroperasi.

    Pada 2017 mendatang, Semen Indonesia menargetkan produksi akan bertambah mencapai 40,8 juta ton. Hebatnya, dengan dana kas yang begitu melimpah, Semen Indonesia mampu mengelola secara bijak lewat serangkaian kegiatan bisnis. ini yang dipuji Bloomberg. Pasalnya, sebuah perusahaan, dengan miliki banyak uang, belum tentu bermakna positif. Terdapat kemungkinan uang tunai menumpuk karena dana IPO yang tidak digunakan secara maksimal. Karenanya, Bloomberg lebih tertarik mengawasi hal ini dibanding pertumbuhan laba bersih dan pendapatan.

    “Pertumbuhan laba bersih dan pendapatan perusahaan menjadi sorotan utama dalam mengukur perusahaan ketika booming. Berbeda jika kondisi perusahaan memburuk, cash is a king menjadi lebih relevan dijadikan indikator,” terang Bloomberg membeberkan alasan.

    Dana tunai yang terlihat nantinya dapat menjadi tolak ukur mengenai gaya pengelolaan manajemen perusahaan. Jika pada masa booming perusahaan justru bersikap agresif ekspansi dengan  memperbesar utang, maka posisi arus kas akan tertekan pada masa situasi sulit. Perusahaan
    dengan dana kas bersih besar pada situasi kurang kondusif akan sangat menguntungkan. Hasilnya dapat digunakan  untuk membiayai modal kerja. Dan, itulah yang dilakukan Semen Indonesia.

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply