0800 1088888  EN

    Semen Indonesia Kembangkan Cash Pooling

    news / 21 Juli 2014

    Departemen Keuangan Group (DKG) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI), kini telah mengimplementasikan sistem Notional Pooling. Sistem yang diterapkan sejak April 2013 melalui kerjasama dengan Bank Mandiri itu, mengoptimalisasikan pemanfaatan excess cash grup perusahaan, guna memenuhi kebutuhan dana operasional masing-masing.

    “Sistem ini memungkinkan anggota grup yang mengalami defisit kas operasional, dapat memanfaatkan excess cash milik anggota grup lainnya dengan cost of fund yang lebih kompetitif,” ujar Kadep Keuangan Grup SMI, Ginarko.

    Peserta sistem ini yang telah menempatkan dana adalah; Semen Indonesia, Semen Padang (SP), dan Semen Tonasa (ST). Sedangkan yang bisa memanfaatkan dana Notional Pooling adalah Varia Usaha, Swadaya Graha, UTSG, dan SGG Prima Beton. Dana grup yang dapat dikelola pada Notional Pooling tahun ini maksimal sebesar Rp 300 miliar. “Penghematan cost of fund dari pemanfaatan dan tambahan return atas penempatan dana pada Notional Pooling tahun 2014 ini secara grup diproyeksikan sekitar Rp 5,8 miliar,” lanjut Ginarko.

    Mei 2014 lalu, DKG juga turut menuntaskan pemenuhan kebutuhan pendanaan untuk proyek pabrik baru Indarung VI dan Rembang. DKG selaku koordinator aktivitas fund rising, telah melakukan proses penyediaan dan melakukan negosiasi fasilitas baik cash loan maupun non cash loan.

    Fasilitas pendanaan yang digunakan untuk pembiayaan kedua proyek tersebut cukup signifikan. Ginarko memberi gambaran, fasiiitas cash loan dan non cash
    loan proyek Indarung VI sebesar Rp 1,95 Triliun. Sedangkan fasilitas non cash loan proyek Rembang yang diberikan, senilai Rp 1,4 Triliun.

    Menurutnya, pengembangan sistem ini, belajar dari pengalaman fund rising untuk proyek ST, ketika membangun proyek Tonasa V. Sebelumnya, pencarian dana yang dikoordinir dan melalui Holding, mampu memperoleh fasilitas pen- danaan untuk SP dan Thang Long Cement (TLCC), dengan tingkat bunga lebih kompetitif atau setara dengan suku bunga pinjaman untuk Holdco.

    Tingkat bunga pinjaman untuk Semen Indonesia, bisa lebih rendah minimal sekitar 1 persen dibandingkan apabila pencarian dana dilakukan secara terpisah
    oleh masing-masing Opco. Selain itu, atas fasilitas pinjaman Indarung VI, SP dibebani fee, provisi, biaya administrasi yang lebih kompetitif. Khusus untuk commitment fee akan dihitung dan dikenakan jika fasilitas pinjaman tersebut diutilisasi oleh SP kurang dari 80 persen dari total nilai fasilitas yang diberikan.

    “Dengan demikian, bilamana SP menggunakan fasilitas pinja- mannya sampai dengan 80 persen maka akan dibebaskan dari pembayaran commitment fee dengan potensi penghematan mencapai sekitar Rp 2,7 miliar.” Di Sisi lain, Semen Indonesia secara grup, masih memiliki allowance fasilitas pinjaman maksimal sebesar 20 persen dari fasilitas yang tersedia atau sekitar Rp 390 miliar.

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply