0800 1088888  EN

    Semen Indonesia Kejar Produksi

    news / 27 March 2013
    Semen Indonesia akan membagikan dividen Rp2,43 triliun atau 50% dari laba Bersih 2012 sebesar Rp4,85 triliun. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk tengah mengejar produksi hingga 34 juta ton yang ditargetkan tercapai pada 2015. Saat ini kapasitas produksi perusahaan gabung tiga pabrik semen plat merah, yakni PT Semen Gresik, PT Semen Padang, dan PT Semen Tonasa, itu masih berkutat di kisaran 22,5 juta ton per tahun.

    “Pada 2015 produksi semen akan mencapai 33 juta-34 juta ton. Malahan, di 2016 akan ada tambahan sekitar 3 ton dari pasokan semen yang berasal dari Jawa Tengah. Di atas 2015 akan lebih aman karena banyak rencana bangun pabrik baru yag terlaksana,” ujar Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto dalam sebuah seminar di Jakarta, kemarin.

    Menurutnya, dari total Produksi 22,5 juta ton tahun lalu, Semen Gresik berkontribusi 11,4 juta ton, Semen Padang 6,4 juta ton, dan Semen Tonasa 4,7 juta ton. Total produksi itu mencapai 44% kapasitas industri semen nasional.

    Seiring dengan upaya mengejar target itu, Semen Indonesia tengah membangun tujuh pabrik pengantongan (packing plant) yang terbesar di beberapa daerah. Saat ini unit yang sudah beroperasi ialah yang di Kendari, Sulawesi Tenggara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Setiap unit membutuhkan investasi Rp250 miliar untuk menghasilkan produksi 300 ribu-600 ribu ton semen.

    “Unit yang akan segera mulai dibangun di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Lampung. Yang lima sudah settled, nanti yang dua pakah di Nusa Tenggara Timur atau tempat lain,” kata dia.

    Selain memperkuat pasar lokal, pihaknya akan berekspansi ke Myanmar untuk membangun pabrik berkapasitas 1 juta ton per tahun dengan investasi US$200 juta. Pembangunan pabrik itu akan dimulai tahun depan dan ditargetkan beroprasi 2017.”Setelah sebelumnya masuk ke Vietnam, pabrik di Myanmar juga akan di tunjukan untuk mengisih pasar Bangladesh dan Thailand.”

    Aman sampai 2015

    terkait dengan kebutuhan pasokan semen domestik, Ketua Asosiasi Semen Indonesia Widodo Santoso menjamin stok semen aman hingga 2015. “Sampai 2015 masih aman dengan konsumsi semen dalam negeri akan mencapai sekitar 71 juta ton,” ujarnya di kesempatan yang sama.
    Tahun ini, imbuhnya, produksi semen nasional akan mencapai 63,7 juta ton, naik menjadi 66,6 juta ton pada 2014, dan sebesar 74,8 juta ton pada tahun 2015. Dengan kapasitas terpasang pabrik smen nasional 90%-92% dari produksi, total produksi 2015 hanya sekitar 68,8 juta ton.

    “Kekurangan sekitar 2,2 juta ton akan tertutupi oleh grinding plant dari sejumlah perusahaan seperti Garuda, Bosowa, dan Tiga Roda yang bisa menghasilkan sekitar 1,7 juta ton per unit dan mulai akhir 2014,” paparnya.

    Sementara itu, dari total konsumsi semen nasional sebar 5,9 juta ton di 2012, Widodo mengungkapkan sebagaian besar terserap untuk sektor properti dan perumahan dengan perkiraan 65%. Adapun sektor infrastruktur berkisar 20%-30%.
    Facebook Comments

    Leave a reply