0800 1088888  EN

    SEMEN INDONESIA KEBUT PACKING PLANT DI BANJARMASIN DAN KENDARI

    news / 28 August 2013

    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI) kini tengah mempercepat pembangunan dua proyek packing plant di luar Jawa. Tiga proyek itu, masing-masing, Banjarmasin dan Kendari, menyusul selesainya proyek di Balikpapan. Packing plant di Banjarmasin, diharapkan sudah beroperasi November mendatang. Setelah itu, Kendari juga diharapkan juga menyusul dalam waktu dekat.

    Dari sisi kapasitas, kedua proyek itu masing-masing berkapasitas 600 ribu ton. Dengan beropersinya kedua proyek tersebut, dalam waktu dekat SMI akan memiliki 23 packing plant.

    Dirut Dwi Soetjipto mengakui, percepatan proyek dengan memperbanyak packing plant itu sebagai salah satu bagian langkah efisiensi yang dilakukan manajemen SI. Selain memperlancar distribusi dan penetrasi pasar.  “Juga lebih efisien dari sisi transportasi yang biasanya membawa semen dalam bentuk bag, ke curah,” ujarnya kepada wartawan di sela acara tumpengan di Gedung PPS, Sabtu (17/8).

    Dwi mengakui, jika pertumbuhan permintaan semen nasional melemah. Dari target pertumbuhan antara 7 hingga 10 persen, hingga Juli lalu hanya terealisasi 3 persen.  Penurunan pertumbuhan dari Januari hingga Juli itu,  menandakan bahwa pertumbuhan yang semakin menurun  ini harus disikapi dengan hati-hati.

    Melalui efisiensi dengan pengendalian biaya yang bisa dilakukan, hingga Juli lalu pendapatan perusahaan justru tercapai 10 persen diatas RKAP. Juga Ebitda mencapai 1 persen diatas RKAP. Capaian itu, sebenarnya lebih baik dibanding tahun yang lalu. Dan jika dibanding dengan kinerja Kompetitor, posisi SMI masih lebih baik.

    Sebagai leader market, tantangan SMI diakui juga cukup berat dan harus disikapi dengan langkah kehati-hatian. Dengan total 30 juta ton per tahun, saat ini SMI memiliki kapasitas produksi terbesar seluruh perusahaan semen yang ada di Asia tenggara. Produksi sebanyak itu, berasal dari 28 juta ton dari produksi dalam negeri dan 2,5 juta ton dari pabrik di Vietnam. Hal itu masih didukung dengan kuatnya brand Semen Gresik, Semen Padang dan Semen Tonasa di daerah masing-masing.”Sampai Juli SI telah memperoleh 16 penghargaan setaraf nasional maupun internasional yang menjadi modal untuk menguatkan pengusaan pasar,” lanjutnya.

    Dwi sangat optimistis jika potensi pasar lokal untuk jangka ke depan, masih sangat menjanjikan. Saat ini, konsumsi semen per kapita di Indonesia hanya yang berkisar 225 kilogram per tahun. Jumlah ini berada di bawah Vietnam, Malaysia dan Thailand yang mencapai 400-600 kilogram per tahun. terlebih adanya program MP3EI akan mengakselerasi kebutuhan Semen di Indonesia. Jika direlisasi, jembatan Selat Sunda akan menambah konsumsi semen sebesar 3 juta ton. Tentu akan menjadi bertumbuhan backbone semen dalam negeri.

    Facebook Comments

    Leave a reply