0800 1088888  EN

    SEMEN INDONESIA GELAR PASAR MURAH, LAPAK DAHLAN DAN DWI LUDES

    news / 10 July 2013

    Meneg BUMN Dahlan Iskan dan Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Dwi Soetjipto, tampil menjadi `pedagang obral’ dalam acara Pasar Murah, di Halaman Wisma A Yani Gresik, Minggu (7/7).

    Dengan sarung yang dililitkan di pundak dan kopiah yang sengaja dipakai miring, keduanya berperan sebagai pedagang dengan stan masing-masing dengan letak berjejer. Dahlan berdagang bahan-bahan kebutuhan pokok, sementara Pak Dwi berjualan aneka makanan dan minuman ringan. “Ayo…laris..laris,” serunya mengundang pembeli seraya mengibaskan serbet ke botol minuman ringan dagangannya. “Silakan..,”ujar orang nomor satu di PT SI itu sambil membuka tutup botol minuman ringan untuk disodorkan ke pembeli. Tahu jika dagangannya itu sengaja digratiskan, pembeli pun langsung meludeskan isi warung Pak Dwi. Pisang, kopi rentengan, makanan ringan, sampai krupuk, semuanya disikat. Pak Dwi pun hanya tersenyum melihat dagangannya ludes. “Laris..laris,” katanya.

    Dahlan Iskan yang juga menjadi `pedagang obral’, juga tak kalah kocaknya. “Pak, saya beli kacang hijau dua kilo. Berapa harganya,” tanya seorang pembeli yang tengah antre menunggu giliran dilayani.  “Dua ribu,” jawab Dahlan sekenanya. Mantan Dirut PLN itu pun langsung menyerok kacang hijau dan menakar di timbangan. Begitu pas dua kilogram, dia memasukkan ke dalam kantongan dan menyerahkan ke pembeli tadi, seraya menerima uang Rp 2.000 dari pembeli dan memasukkan ke dalam kotak uang.

    “Pak saya beli beras dua kilo. Berapa pak,” tanya pembeli lainnya. “Dua ribu,” ujar Dahlan sambil menyerok beras dan menakarnya.

    “Pak saya beli sayur. Berapa harganya?” Lagi-lagi, Dahlan menjawab sekenanya. ”Seribu.” Tahu penjualnya kocak dengan harga sekenanya, para pembeli langsung menyerbu sayuran. “Pak, ini sayurnya sudah saya bawa. Ini uangnya seribu Pak,” ujar seorang ibu dengan rasa girang.

    “Sini bu, sayurnya saya beli lagi lima puluh ribu,” sahut Dahlan seraya mengeluarkan selembar Rp 50.000-an dari kotak uang tadi.

    Dan, dagangan itu pun ludes diserbu. Tahu semuanya ludes, ganti Dahlan membuka kotak uang dan membagi-bagikan ke kerumuman pembeli yang nyaris merobohkan meja lapaknya.

    Melihat antusias masyarakat seperti itu, Dwi dan Dahlan tersenyum puas. “Bagus…bagus…siapa yang punya ide ini?” tukas Dahlan seraya menggandeng cucunya.

    TRADISI

    Gelaran pasar murah itu sendiri merupakan salah satu tradisi menyambut Ramadhan yang dilakukan SI. Dipusatkan di halaman Wisma A Yani Gresik, Minggu (7/7), berbagai acara digelar guna menyambut datangnya bulan penuh hikmah kali ini. Selain pasar murah, tradisi Megengan melalui dan Pentas Budaya Islami, hingga Pos Simpati Ramadhan Semen Indonesia 2013, juga digelar

    Melalui pasar murah misalnya, SI menyiapkan 3.200 paket sembako murah. Isinya; 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, 1 kilogram gula pasir, serta 15 bungkus mie instan, senilai Rp 100 ribu. Paket itu  cukup ditebus masyarakat seharga Rp 50 ribu dengan menggunakan kupon yang telah disediakan panitia.

    “Kami sengaja membuka pasar murah untuk membantu masyarakat menjelang bulan Ramadhan dimana harga kebutuhan pokok mulai naik,” ujar Dwi Soetjipto.

    Total 3.200 paket itu, dibagi di dua tempat, yakni Gresik dan Tuban. Khusus di Tuban, disiapkan 1.200 paket. Pembagiannya, 172 paket untuk warga desa Bogorejo dan 506 paket warga desa Sumurgung. Sisanya, 522 paket dibagi secara merata di lima desa terdekat, yakni Desa Mondokan, Boto, Sugiharjo, Mandirejo, dan Sambonggede. Untuk wilayah Gresik sebanyak 2.000 paket, diperuntukkan warga sekitar perusahaan.

    Facebook Comments

    Leave a reply