0800 1088888  EN

    SEMEN INDONESIA FOKUS DI PASAR DOMESTIK

    news / 12 Maret 2014

    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI) masih akan memfokuskan pasar domestik. Hal itu karena konsumsi semen domestik masih sangat rendah. Dirut SMI, Dwi Soetjipto mengatakan, perseroan menargetkan penjualan semen mencapai 31,8 juta ton pada 2014. Penjualan perseroan mencapai 27,95 juta ton sepanjang 2013, atau tumbuh 23,9 persen dibandingkan dengan realisasi 2012 sebanyak 22,5 juta ton.

    Selain itu, permintaan semen secara nasional mencapai 61 juta ton sedangkan produksi semen nasional mencapai 70 juta ton. Oleh karena itu, Dwi menilai, pasokan semen dalam negeri masih aman.Ia juga menilai, saat ini, persediaan semen melebihi kapasitas di Asia Tenggara seperti di Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina.

    “Hanya Myanmar yang kekurangan malah mereka impor,” kata Dwi. PT Semen Indonesia Tbk mencatatkan laba naik 10,78 persen menjadi Rp 5,4 triliun pada 2013. Bila dibandingkan pencapaian tahun 2012 sebesar Rp 4,84 triliun.Kenaikan laba diikuti kenaikan pendapatan sebesar 25,01 persen menjadi Rp 24,5 triliun pada 2013 dari tahun 2012 sekitar Rp 19,59 triliun.

    Tidak salah, segala kebijakan strategis spektakuler yang diambil Semen Indonesia membuatnya diakui dunia internasional.

    Perusahaan yang meraup keuntungan bersih Rp 5,4 triliun tersebut kembali masuk dalam Forbes Global 2000. Daftar TheWorld’s Biggest Companies ini memuat daftar 2000 perusahaan publik berkinerja terbaik di seluruh dunia.

    Sebagai perusahaan yang siap menjadi Macan Asia, SMI juga masuk dalam daftar Forbes Global 2000. Ini menunjukkankinerja yang semakin kuat, kompetitif, dan punya daya saing global.

    “Ini sekaligus membuktikan kiprah perseroan diakui dan memenuhi ekspektasi publik internasional,” katanya. Dalam daftar tersebut terdapat sembilan perusahaan asal Indonesia, di mana enam di antaranya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Peringkat Semen Indonesia mengalami lompatan luar biasa dari 1.674 pada 2012 menjadi 1425 pada 2013 atau meningkat 249 poin. Peningkatan tersebut tercatat sebagai yang terbesar dibanding delapan perusahaan Indonesia lainnya yang masuk daftar Forbes Global 2000.

    Penilaian yang didasarkan pada empat indikator kinerja keuangan, yaitu penjualan, laba, aset, dan nilai pasar itu menunjukkan kinerja positif perseroan.

    ”Setelah melakukan transformasikorporasi dengan menjadi strategic holding dari empat perusahaan semen, perseroan terus memacu kinerja dan menempatkan perseroan di posisi terhormat dalam peta dan pergaulan bisnis internasional,” kata Dwi.

    Dia menambahkan, Semen Indonesia mempunyai tugas berat untuk mempertahankan kinerja cemerlang di tengah Kondisi ekonomi yang penuh tantangan saat ini seiring belum pulihnya kondisi ekonomi global. Dalam kondisi yang penuh tantangan ini, sambung dia, inovasi menjadi kunci. Karena itu, tak henti-hentinya perseroan terus melakukan inovasi, baik dari sisi kualitas produk, tata kelola perusahaan, pengembangan SDM, hingga distribusi ke pasar.

    Facebook Comments

    Leave a reply