0800 1088888  EN

    Semen Indonesia Didorong Akuisisi Semen Baturaja

    news / 5 Februari 2013

    Sejumlah anggota Komisi XI DPR mendorong PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)  mengakuisisi PT Semen Baturaja. Tujuannya agar sinergi antarsemen badan usaha milik negara (BUMN) semen bisa terjaga.

    “Perusahaan semen milik negara akan semakin kuat jika Semen Indonesia membeli Semen Baturaja. Hal itu terjadi dalam dalam penggabungan Semen Tonasa, Semen Padang, dan Semen Gresik menjadi Semen Indonesia,” ujar anggota komisi  XI dari Fraksi Gerindra Sadar Subagyo di Jakarta, Senin (4/2).

    Dia mengatakan hal itu dalam Rapat Kerja Komisi XI dengan Mentri BUMN Dahlan Iskan dan Mentri Keuangan Agus Martowardoyo.

    Menurut dia, Semen Indonesia tidak perlu membeli saham Semen Baturja lewat penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO). Sebab, dalam IPO, bisa saja saham Semen Baturaja diborong pemodal asing.

    Perseroan, kata sadar, bisa lansung membeli saham Semen Baturaja dari pemerintah. Cara ini bisa menghindari kekurangan porsi saham pemerintah dalam BUMN semen. Imbasnya, potensi pemasukan dari BUMN semen masih tetap terjaga. Dalam beberapa tahun mendatang, kebutuhan semen domestik diperkirakan tetap tinggi.

    “Selain itu, meleburnya Semen Baturaja dengan Semen Indonesia bisa menghindari persaingan bisnis diantara keduanya,” kata Sadar.

    Hal senada diungkapkan anggota Fraksi PAN Ismet Ahmad. Dalam pandangan dia, Semen Indonesia bisa membuat Semen Baturaja lebih efisien. Alhasil, kinerja oprasional dan keuangannya berpotensi membaik.

    Menanggapi usulan terbsebut, Dahlan Iskan menilai, pembelian saham Semen Baturaja oleh Semen Indonesia tidak akan mendongkrak performa Semen Baturaja. Soalnya, dana hasil penjualan saham masuk ke kas negara dan Semen Baturaja tidak bisa berbuat apa-apa.

    Sementara itu direktur keuangan Semen Gresik Ahyanizzaman mengatakan, pihaknya sia[p mengambil alih Semen Baturaja. “Yang di perlukan adalah valuasi perusahaan dan persetujuan pemegang saham, serta memenuhi syarat lainnya,” ujar dia.

    Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto pernah menyatakan keinginan untuk mensinergikan Semen Indonesia dengan Semen Baturaja. Sinergi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi Semen Indonesia. Namun, Dwi mengungkapkan, pihaknya tidak akan membeli saham Semen Baturaja saat IPO.

    IPO saham

    Semen Baturaja membutuhkan dana sebesar Rp2,8 triliun untuk mendanai ekspansi. Dari jumlah itu, Dahlan mengatakan, sebesar Rp 1,3 triliun di penuhi dari kas intenal. Sedangkan sisanya sebesar Rp 1,5 triliun  dari pinjaman bank atau kombinasi dana IPO Rp 1 triliun dan pinjaman Rp 500 miliar.

    “Dana Rp 1,5 triliun rencananya di gunakan untuk membangun pabrik baru berkapasitas 1,5 juta ton pertahun,” kata Dahlan.

    Semen Baturaja berencana melepas 35% saham melalui IPO dengan target dana Rp 1 triliun. Hingga saat ini rencana IPO semen Baturaja masih belum direalisasikan. Padahal pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada Februari 2013.

    Komisi XI akan mengeluarkan keputusan pelaksanaan IPO melalui surat resmi ke Mentri BUMN dan Mentri Keuangan dalam tujuh hari ke depan.

    Ketua komisi XI Emir Moeis mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat internal untuk mengetahui sikap fraksi DPR. Dahlan Iskan menyerahkan semua keputusan pada DPR. Kalaupun rencana IPO ditangguhkan, hal itu tidak akan menjadi masalah.

    “Yang penting ada kepastian agar tidak berlarut-larut,” ujar Dahlan.

    Facebook Comments

    Leave a reply