0800 1088888  EN

    SEMEN INDONESIA DI MATA MEDIA : MAKIN BANGGA DENGAN IDENTITAS KEINDONESIAAN

    news / 10 June 2013

    Sebanyak 40 awak media cetak dan elektronik yang  biasa meliput di Busa Efek Indonesia (BEI) mengunjungi Semen Indonesia. Selama dua hari, mulai 31 Mei hingga  1 Juni lalu, mereka melihat langsung proses produksi dan program CSR Semen Indonesia. Bagaimana kesan dan harapan yang ditangkap kalangan media pada Semen Indonesia?

    Bangga. Itulah kata yang terungkap dari kalangan media setelah melakukan kunjungan jurnalistik ke Semen  Indonesia. Sebagian di antara mereka bekerja di media asing. Walau begitu, para anak negeri itu semakin percaya diri dengan identitas keindonesiaannya. “Keren banget. Amat pas dengantagline-nya, Kokoh Tak Tertandingi,” puji Jhoni Hutapea, jurnalis yang sehari-hari bekerja untuk Blomberg News. “Kami salut.  Indonesia beruntung memiliki BUMN seperti ini.  Levelnya sudah multinasional. Kita tak lagi dipandang sebelah mata. Setidaknya untuk industri semen, kita sudah sejajar,” tambah Glenn Joshua dari kantor berita China, Xinhua TV.

    Sederet pujian dan kekaguman lain juga muncul dari para jurnalis. Bukan hanya keberhasilan teknologi persemenan yang mampu dikuasai, perhatian Semen  Indonesia pada lingkungan sekitar juga mendapat apresiasi tersendiri dari mereka. “Tak banyak perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dari yang sedikit itu, saya lihat Semen Indonesia salah satunya,” ujar Aditya dari media cetak nasional Republika.

    Selama dua hari, para jurnalis itu memang diberi gambaran utuh tentang kiprah dan eksistensi Semen Indonesia. Mulai melihat langsung proses produksi dari hilir sampai hulu lewat kunjungan pabrik di Tuban hingga keberadaan masyarakat sekitar. Baik program konservasi lingkungan maupun pemanfaatan CSR bagi pemberdayaan masyarakat sekitar pabrik. “Selama ini, yang kami tahu dari Semen Indonesia terwakili dalam tabel angka dan grafik di lantai bursa. Kali ini kami memiliki gambaran utuh. Baik sisi produksi, lingkungan, maupun aksi bisnisnya,” ujar Linda Silaen dari Dow Jones.

    Bukan hanya rasa bangga. Sederet harapan juga mereka gantungkan pada kiprah Semen Indonesia ke depan.   Dari sisi bisnis, misalnya. Ekspansi Semen Indonesia ke pentas dunia tak hanya berhenti di Thang Long Vietnam. Ke depan, kepak sayap bisnis Semen Indonesia diharapkan juga merambah ke negara-negara ASEAN lainnya. Semen Indonesia bisa menjadimarket leader di pasar ASEAN yang masih sangat terbuka. “Ini tidak saja membuat Merah Putih makin berkibar. Tapi juga menjadi  sinyal bahwa kita tak hanya sebagai pecundang di  AFTA mendatang,” yakin  Glenn Joshua.

    Hanya, ekspansi itu tak sampai melupakan pasar dalam negeri. Diakui mereka, Semen Indonesia kini menjadi pemimpin di pasar dalam negeri. Kenyataan itu, ingat Hutapea, jangan sampai membuat terlena. Bagaimanapun, pasar sangat kompetitif. Karena itu, sambung Aditya, Semen Indonesia diminta tak berhenti berinovasi seperti yang sudah berjalan selama ini.

    Para jurnalis juga memberi masukan agar Semen Indonesia membuat monumen selamat datang. Bisa berupa tugu atau bangunan lain. Itu dimaksudkan sebagai landmark atau ikon atas keberhasilan Semen Indonesia bisa meraksasa seperti sekarang. “Ini juga membuat Semen Indonesia memiliki trademark  tersendiri. Mungkin bisa dibangun di Cengkareng atau Thamrin untuk menyapa tiap tamu luar yang datang ke Indonesia,” pungkas Joshua.

    Facebook Comments

    Leave a reply