0800 1088888  EN

    Semen Indonesia Berupaya Terapkan Integrasikan Bisnis

    news / 12 July 2016

    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. sedang berupaya mengintegrasikan bisnis dari hulu hingga hilir. Integrasi dilakukan dengan berbagai cara, seperti pengembangan suplai energinya secara mandiri. Perseroan juga akan menggandeng sejumlah perusahaan untuk memperkuat bisnis pracetak beton.

    Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto mengatakan, perseroan berkeinginan untuk membangun suplai energi secara mandiri pada seluruh pabrik. Nantinya, Semen Indonesia bakal membangun recovery power generator atau pembangkit listrik tenaga energi panas buang di seluruh pabriknya.

    “Kami sudah membangun pembangkit listrik energi panas berkapasitas 8,5 megawatt (MW) di Padang. Sedangkan pembangunan yang sedang berlangsung di Tuban berkapasitas 30,5 MW,” jelas Agung kepada Investor Daily di Jakarta, pekan lalu.

    Pengembangan pembangkit listrik, menurut dia, dibantu pemerintah Jepang, seperti pemberian subsisi senilai Rp 650 miliar atau setara dengan 20% dari total kebutuhan dana proyek energi Tuban.

    “Selama ini Pemerintah Jepang memang fokus mencari negara-negara yang ingin mengembangkan energi bersih, salah satunya di industri semen, sehingga efisien dan tidak menimbulkan polusi,” terangnya.

    Sedangkan pada sektor hilir, dia menjelaskan, perseroan akan mengembangkan bisnis beton pracetak dengan menggandeng beberapa perusahaan yang sudah ada. “Kami sendiri sekarang punya anak usaha di bisnis pracetak, mungkin sekarang sudah di urutan keempat,” katanya.

    Agung menuturkan, perseroan akan bekerja sama dengan perusahaan- perusahaan beton pracetak BUMN lainnya. Beberapa opsi kerjasama adalah dengan menambah modal ke perushaan pracetak lain sehingga Semen Indonesia menjadi pemegang saham, atau dengan membuat perusahaan patungan baru di sektor beton pracetak.

    Selain mengembangkan bisnis dari hulu ke hilir, menurut dia,perseroan bakal memperluas pasar domestik dan regional. Perseroan akan bekerja sama dengan beberapa pabrik semen di luar negeri untuk produksi. Di antaranya, Semen Indonesia membidik satu perusahaan di Bangladesh untuk pengembangan produksi.

    Direktur Komersial Semen Gresik Mukhamad Saifudin sebelumnya mengatakan, Semen Indonesia juga tengah membidik akuisisi perusahaan semen di Malaysia dan Asia Selatan. Ekspansi luar negeri akan menjadi strategi pertumbuhan perseroan ke depan, seiring kian ketatnya suplai semen di dalam negeri.

    Menurut dia, permintaan semen di Asia Selatan masih besar, tetapi fasilitas produksinya minim. Hal ini menjadi peluang bagi perseroan untuk masuk ke wilayah tersebut. “Kami sedang melihat perusahaan di negara-negara Asia Selatan, di antaranya Bangladesh dan Srilanka,” ujar Saifudin.

    Strategi penambahan kapasitas dan pendapatan dari luar negeri, menurut dia, bakal difokuskan di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Metode ekspansi bisa direalisasikan dengan pembangunan pabrik baru atau akuisisi perusahaan semen eksisting. Meski demikian, akuisisi dinilai sebagai pilihan yang paling efektif memasuki negara-negara tersebut. (fik)

    Facebook Comments

    Leave a reply