0800 1088888  EN

    SEMEN INDONESIA AWARD ON INNOVATION 2013 : BIDIK TINGKATKAN NILAI EFISIENSI

    news / 13 September 2013

    Misi  besar dibawa dalam acara Semen Indonesia Award on Innovation 2013.   Panitia menargetkan,   kegiatan ini mampu meningkatkan nilai efesiensi sekaligus jumlah peserta yang lebih besar.  Tahun lalu, SIAI mampu meningkatkan efesiensi  sampai pada angka Rp 600 miliar. “Tahun ini kita targetkan lebih.  Melihat  antusiasme teman-teman, Insya Allah  terpenuhi,” terang Indrati, Kepala  Biro Sistem Mutu Semen Indonesia (SMSI), selaku ketua panitia.

    Sejauh ini,  antusias peserta memang cukup bagus.  Panitia sudah mendata sekitar 195 peserta. Dengan rincian; dari Semen Gresik sebanyak 44 tim, Semen Tonasa 94 tim dan Semen Padang 57 tim.  Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat batas pendaftaran baru akan ditutup pada 13 September.  Tahun lalu, acara ini menjaring peserta sebanyak 177 tim.  “Batas pendaftaran memang beberapa kali kami undur guna memberi kesempatan teman-teman. Soalnya banyak sekali yang request,” tambahnya.

    Syarat  utama yang harus dimiliki peserta adalah tawaran inovasi yang diberikan. Tawaran ini  bersifat aktual dan menambah daya efesiensi dan nilai tambah bagi Perseroan. Tiap peserta, maksimal terdiri dari lima orang.   Adapun kategori penghargaan adalah; Produk dan Bahan Baku, Teknologi dan Proses produksi Tambang (Raw Mill),  Teknologi dan Proses Produksi Kiln-Packer dan Manajemen, Anak  Perusahaan.

    Sebelum sampai pada malam puncak penghargaan yang digelar pada Oktober mendatang, para peserta akan menjalani serangkain tes.  Awalnya, semua peserta yang masuk ini akan jalani workshop guna diberi penjelasan terkait semua hal tentang Award of Innovation. Begitu juga dengan teknik penulisan proposal.  Selain peserta, workshop juga mengundang semua  unit kerja  yang ada di Semen Indonesia.  Selanjutnya, proposal para peserta ini akan di verifikasi oleh tim berkompetensi.  Mereka yang dinyatakan lolos, akan  diumumkan sebagai nominator.  Para nominator ini,  kembali dibawa ke ruang workshop. Kali ini, mereka diajarkan cara membuat proposal yang lebih detil akan ide inovasi yang diangkat.  Setelah itu,  satu per satu tiap peserta lakukan presentasi di depan tim juri.

    Untuk  menjaga obyektifitas penilaian, tim juri diambil dari pihak luar. Mereka terdiri dari  akademisi, ahli semen dan ahli ekonomi. Tugas dari tim juri ini  menjaring tiga finalis di masing-masing kategori. “Nantinya  para finalis ini yang akan bertarung pada puncak penghargaan,” pungkasnya.

    Facebook Comments

    Leave a reply