0800 1088888  EN

    Semen Indonesia Akan Tingkatkan Kapasitas Produksi Thang Long Cement

    news / 15 Juli 2016

    PT Semen Indonesia (persero) Tbk secara bertahap akan meningkatkan kapasitas produksi perusahaan hasil akuisisi di Vietnam, Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC).

    Saat ini, utilitas pabrik hasil akuisisi itu telah mencapai full capacity sebesar 2,3 juta per tahun.

    Dirut PT Semen Indonesia (persero) Tbk, Rizkan Chandra mengatakan, ada kemungkinan Thang Long Cement kapasitas produksinya ditingkatkan untuk memenuhi pasar ekspor di kawasan regional Asean.

    “Kendati 70 persen produksinya saat ini dialokasikan ke pasar Vietnam, secara bertahap kapasitas produksi yang semula 30 persen untuk pasar ekspor akan  ditambah,” ujarnya kepada wartawan usai acara halal-bihalal komisaris, direksi dan karyawan di Wisma Ahmad Yani Gresik, Jumat (15/07/2016).

    Sebelum diakuisisi Semen Indonesia, utilitas pabrik Thang Long Cement hanya 40 persen. Selanjutnya, setelah diakuisisi secara perlahan utilitasnya meningkat hingga menjadi full capacity seperti saat ini.

    Seperti diketahui, Semen Indonesia mengakuisisi 70 persen saham Thang Long Cement dari Hanoi General Export-Import Joint Stock Company (Geleximco). Nilai akuisisinya mencapai USD 157 juta. Pabrik tersebut berlokasi di Provinsi Quang Ninh, Vietnam dengan pabrik penggilingan yang terletak di pinggiran kota Ho Chi Minh. Pabrik tersebut juga memiliki cadangan deposit batu kapur sekitar 76 juta ton.

    Selain fokus ke pasar ekspor, Semen Indonesia juga tetap fokus mempertahankan pasar domestik. Bahkan, untuk mempertahankan market share 43 persen. Produsen semen yang berkode emiten SMGR itu juga berkonsentrasi menyelesaikan dua unit pabrik baru dengan kapasitas 3 juta ton. Kedua pabrik itu, Pabrik Semen Rembang, dan Indarung VI.

    “Proyek pabrik Rembang sudah in progres 94 persen, sedangkan pabrik Indarung VI sudah 93 persen. Kedua pabrik tersebut sudah memasuki tahap akhir dengan pengerjaaan memasuki proses penyelesaian seperti preheater, klin, belt conveyor, dan area tambang,” ujar Rizkan Chandra.

    Ia menambahkan, kedua pabrik itu diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun ini. Dengan selesainya dua pabrik itu akan menambah produksi menjadi 37 juta ton per tahun, dari kapasitas sekarang yang mencapai 31 juta ton per tahun.

    “Kami juga tengah memulai membangun pembangunan pabrik baru di Aceh melalui anak usaha Semen Indonesia Aceh,” pungkasnya.

    Sumber : beritajatim.com

    Facebook Comments

    Leave a reply