0800 1088888  EN

    Semen Indonesi Berbagi Kisah Sukses Investas di Vietnam

    news / 26 Agustus 2014

    Kiprah sukses Semen Indonesia (SMI) lakukan ekspansi di Vietnam menjadi rujukan kalangan bisnis nasional. Kisah sukses ini menjadikan Semen Indonesia didapuk menjadi salah satu narasumber pada Vietnam’s Investment Promotion Conference yang digelar di Ballroom Hotel Novotel Jakarta, Rabu, 20/8/2014). Acara ini digelar oleh Kementerian Keuangan & Investasi Vietnam dan Kedutaan Vietnam, yang didukung oleh BKPM dan KADIN.

    Pada kesempatan ini, Direktur Pengembangan Usaha dan Strategi Bisnis Semen Indonesia, Johan Samudra bercerita banyak tentang peluang dan tantangan investasi di Paman Ho ini, Johan figur yang pas. Pasalnya, sebelum menduduki jabatan ini, dia adalah CEO Thang Long Cement Vietnam (TLCC), perusahaan lokal yang diakuisisi Semen Indonesia.

    Menurut Johan, Semen Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang menjadi acuan publik dalam urusan investasi di Vietnam. Terlebih, statusnya sebagai BUMN. Ini yang dinilai menjadi nilai lebih dibanding perusahaan lain yang sudah terlebih dulu berinvestasi di sana.

    Dalam presentasinya, Johan mengawali dengan memperkenalkan Semen Indonesia yang bertransformasi menjadi strategic holding sekaligus berubah nama dari yang sebelumnya Semen Gresik menjadi Semen Indonesia. Sebagai perusahaan dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia, Semen Indonesia sesuai dengan visinya, berupaya untuk menjadi pemain industri persemenan terkemuka di pasar domestik dan regional. Dengan adanya akuisisi TLCC Vietnam, merupakan salah satu bentuk langkah strategis dalam merealisasikan visi tersebut.

    Kenapa Vietnam? Pilihan investasi di negera ini tak lepas dari peluang yang terbangun, seiring dengan perekonomiannya yang sedang tumbuh. Selain itu, kondisi teknologi dan infrastruktur memadai turut mendukung para investor untuk masuk ke Vietnam. Dalam proses akuisisi tersebut,  Johan juga menyampaikan bahwa proses integrasi antara dua perusahaan yang berbeda budaya ini merupakan hal yang tidak mudah, bahkan sangat sulit. Perbedaan bahasa dan kebiasaan-kebiasaan maupun etos kerjanya, merupakan hal yang menjadi tantangan tersendiri dalam proses sinergi.

    Namun, Semen Indonesia membentuk sebuah tim yang menjadi kunci dalam mempercepat proses integrasi tersebut, Post Merger Integration (PMI). PMI yang terdiri dari ahli-ahli sesuai bidangnya ini yang kemudian menjadi tumpuan dalam mempercepat proses pengembangan kinerja TLCC agar dapat selaras dengan performa opco lainnya.

    Selain PMI, sinergi TLCC dalam Semen Indonesia juga menjadi mudah dengan adanya dukungan sistem ICT yang baik. Sistem ICT Semen Indonesia yang telah maju dapat memudahkan proses komunikasi perusahaan lintas negara ini. Sehingga misalnya ketika ada masalah yang terjadi di pabrik TLCC, bisa segera dikonsultasikan ataupun dibahas dengan yang ada di Gresik maupun Tuban, salah satunya melalui video conference.

    Johan juga bercerita mengenai corporate social responsibility (CSR). TLCC di bawah manajemen Semen Indonesia sering memberikan bantuan sebagai kontribusi sosial perusahaan pada masyarakat, baik berupa sembako maupun bantuan pendidikan.

    Manajemen turut serta dalam terjun langsung pada masyarakat sekitar pabrik dalam memberikan bantuan tersebut. Hal inilah yang kemudian menjadikan Semen Indonesia dekat dengan masyarakat di sana. Diceritakan Johan bahwa awalnya masyarakat di sana heran, karena tampaknya CSR seperti itu bukan menjadi hal yang biasa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Vietnam.

    CSR seperti ini merupakan salah satu bentuk komunikasi penting antara perusahaan dengan masyarakat. Hal ini juga yang membuat Semen Indonesia semakin mudah diterima oleh masyarakat sekitar. Budaya komunikasi dua arah dan langsung seperti inilah, yang turut menjadi kunci kesuksesan dalam sinergi dua perusahaan lintas negara dan budaya ini. (tf)

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply