0800 1088888  EN

    SEKAM JADI BAHAN BAKAR INDUSTRI

    news / 6 Maret 2014

    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI) berkiprah dalam 3 R Exhibition. Penerapan industri ramah lingkungan melalui kerjasama dengan JFE Engineering Corporation Jepang (JFE), menjadi contoh dalam pameran yang berlangsung selama tiga hari, sejak 25 hingga 27 Februari yang dipusatkan di ballroom Hotel Shangri-La Surabaya.

    Pada hari itu, Surabaya menjadi tuan rumah terkait hari peduli sampah se wilayah Asia Pasifik.

    Sebagai salah satu peserta dalam acara itu, SMI memamerkan bagaimana perusahaan itu menerapkan industri ramah lingkungan. “Di Semen Gresik, program itu akan dimulai dengan memanfaatkan gas panas buang. Program itu sudah populer di industri Jepang agar prosesnya tetap efesien,” ujar Achmad Baihaqi, dari Departemen Energi dan Lingkungan Litbang SMI.

    Dalam kesempatan itu, dia didampingi Miwa Ishikura selaku Sales and Marketing Departement, Asia Pacific Division, Overseas Business Sector, JFE Engineering Corporation.

    Sebelumnya, SMI juga sudah melakukan kerja sama dalam hal Waste Heat Recovery (WHR) sejak 2011 untuk power generation di Semen Padang. Kerjasama lainnya dengan JFE, juga sudah dilakuan dengan Semen Gresik Foundation untuk pengolahan sampah kota.

    Kerjasama dengan SGF itu, dinamai Municipal Solid Waste untuk menciptakan Waste to Energy Solutions. Kerjasama itu sendiri, bisa diterapkan dalam bidang industri.

    Baihaqi memberi contoh di Pabrik Tuban III. Sejak 3 hingga 4 tahun lalu, melalui program Refuse Derived Fuel (RDF). “RDF ini berbahan baku sampah kota untuk dijadikan sumber energi atau bahan bakar,” beber Baihaqi.

    Penggunaan RDF ini dalam tiga tahun sekali, akan diukur dioxinnya. Hasilnya, penggunaan RDF yang dijalankan SMI ini tak sampai tinggi. Sementara dengan menggunakan bahan bakar minyak, gas bumi, dioxinnya selalu tinggi. Karena itu, SMI selalu memertahankan sistem RDF ini.

    Tak hanya itu. Pabrik Tuban juga sudah berinovasi dengan menggunakan sekam padi sebagai bahan bakar. Sejak diuji coba pada 2005,  hasilnya sangat baik. Sehingga pada 2006 sampai sekarang, program tersebut sudah dijalankan di Pabrik Tuban I-IV.

    Sebagai industri semen yang sudah sering mendapatkan penghargaan lingkungan, RDF ini rencananya akan dipakai di seluruh Opco. Sistemnya bahkan sudah ada yang jalan. “Di Tonasa misalnya, sudah menggunakan sekam dan kulit mente,” terang Baihaqi yang bertugas menjaga stand SMI yang ada di Japan Pavilion.

    Tak hanya itu. SMI juga sudah berhasil membantu perusahaan-perusahaan yang menghasilkan limbah B3. Jika ada bahan yang masih bisa dipakai, maka SMI akan mengolah dan agar bisa digunakan untuk keperluan industri. Dari limbah B3 itu, SMI bisa menghasilkan bahan baku alternatif dan bahan bakar alternatif. Hal ini pula yang membuat SMI selalu mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi.

    Facebook Comments

    Leave a reply