0800 1088888  EN

    Saatnya Semen Indonesia Bangkit

    Investor, news / 27 February 2018

    [:id]Manajemen Semen Indonesia mengapresiasi semangat Serikat Karyawan Semen Indonesia (SKSI) untuk berani berjuang dan berkarya guna kejayaan perusahaan. Sebagaimana yang tertuang dalam tema peringatan HUT ke 19 SKSI tahun ini, ‘Berani Berkarya, Berani Berjuang, Berani Jaya & Sejahtera’.

    Melalui saluran video conference, Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia Agung Yunanto menyampaikan apresiasi tersebut saat membacakan sambutan Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso dalam tasyakuran peringatan HUT ke 19 SKSI di Auditorium Kantor Pusat Semen Gresik (KPSG) Tuban, Senin (26/2).

    Dalam sambutannya, Agung menyebut SKSI telah memasuki usia dewasa. Tema yang dipilih dalam peringatan HUT ke 19 ini pun disebutnya selaras dengan situasi dan kondisi terkini yang membutuhkan karya, kreativitas dan inovasi dari seluruh pengurus dan anggota SKSI. Hal tersebut menurutnya penting untuk menjaga perusahaan agar tetap berprestasi ditengah ketatnya persaingan dan gempuran pemain asing yang menerapkan strategi low pricing.

    “Untuk penetrasi pasar dalam upaya masuk pasar Indonesia, pemain asing menerapkan strategi harga yang sangat rendah dibanding harga biasa. Ini harus kita hadapi bersama,” ajaknya.

    BACA JUGA: Berani Berkarya, Berani Berjuang, Berani Jaya & Sejahtera

    Tahun ini (2018), lanjutnya, diharapkan dapat menjadi titik balik perusahaan untuk bangkit dan tumbuh menjadi perusahaan kelas dunia sebagaimana yang tertuang dalam visi perusahaan untuk menjadi perusahaan persemenan yang terkemuka di Asia Tenggara.

    “Tetap pertahankan status kita sebagai market leader dengan market share diatas 40 persen dengan profitabilitas yang baik. Ini adalah target dan harapan kita ditengah kondisi persemenan domestik yang tengah mengalami fenomena over supply,” jelasnya.

    Saat ini, kapasitas terpasang nasional disebutnya telah mencapai 106,3 juta ton dengan jumlah produsen semen sekitar 15 pemain. Sementara permintaan semen hanya berkisar 66,5 juta ton. Terdapat kelebihan pasok sebesar 39,8 juta ton.

    Kondisi tersebut menurutnya merupakan penyebab utama terjadinya tren penurunan margin laba industri semen nasional. “Kini kita harus bangkit dari serangan produk semen asing yang kian hari makin gencar di tanah air. Hadirnya berbagai macam merek produsen semen asing dan banyaknya perusahaan semen asing yang mendirikan pabrik di Indonesia merupakan tantangan real industri semen domestik yang harus disikapi secara proaktif dengan pembaruan bisnis model,” tandasnya.

    Karena itu, Agung mengajak SKSI untuk bersatu padu dan bersama dalam berkarya dan bersinergi sehingga strategi dan program kerja perusahaan yang telah ditetapkan dalam RKAP 2018 dapat dijalankan dengan baik dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

    “Hubungan kerja yang baik antara manajemen dan SKSI selama ini harapannya dapat terus terjaga demi kesejahteraan perusahaan dan karyawan yang harus tumbuh bersama. SKSI adalah mitra profesional dan strategis bagi perusahaan dalam mengahdapi ketatnya persaingan,” harap Agung Yunanto.

    Keberadaan SKSI dalam mendorong peningkatan kinerja dan pencapaian target perusahaan menurutnya harus dilibatkan secara aktif dalam operasional perusahaan untuk mencapai performa excellence.

    “Kita semua mengembann tugas besar untuk mengembalikan kejayaan dan kebanggaan sebagai perusahaan semen terkemuka di Indonesia. Kehebatan Semen Indonesia sebagai pemimpin pasar semen di Indonesia harus dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Kita harus kembali merebut pasar semen dalam negeri dari gempuran para pemain asing,” pungkasnya. (bwo/eds)

    smile.semenindonesia.com[:]

    Facebook Comments