0800 1088888  EN

    Rekor Operasi Kiln 344 hari di Pabrik Tuban I, Buah Tekad dan Pengelolaan 9 Hari Downtime

    news / 28 Januari 2016

    Sejumlah rekor lahir di Pabrik Tuban sepanjang 2015. Sebut saja rekor produksi 1.355 juta ton pada Oktober, menumbangkan catatan sebelumnya sebesar 1.324 juta ton. Di bagian penjualan, pada Oktober, pabrik Tuban sukses menjual 1,441 juta ton semen, lebih tinggi dari bulan September yang mencapai 1.338 juta ton dan November sebesar 1,382 juta ton.

    Satu lagi, masih di tahun 2015, pabrik Tuban I membuat catatan kinerja kiln yang luar biasa, yaitu operasi sepanjang 344 hari dalam setahun, sedangkan Tuban II selama 343 hari. Running days itu melampaui benchmark dunia yang ‘cuma’ 340 hari, pun cukup jauh di atas target operasi kiln pada RKAP Semen Indonesia selama 328 hari.

    Prestasi itu mendapat acungan jempol dari berbagai pihak. Syukuran kecil-kecilan pun digelar pada Jumat (22/1) pagi di jajaran Produksi Terak I, sebagai wujud terima kasih kepada Tuhan. “Standar internasional operasi kiln yang pernah terjadi adalah 340 hari, kalau nggak salah di Timur Tengah,” terang Kabiro Produksi Terak I Eko Budiono.

    Sejak awal jajarannya memang bertekad menyuguhkan kinerja terbaik, namun tujuan utamanya bukan untuk menciptakan ‘rekor dunia’. Tekad itu ditunjukkan dengan semangat tinggi, kerja sama, serta koordinasi yang terjalin rapi. “Saya melihat teman-teman junior makin melebur dalam tim. Koordinasinya baik, dan itu berpengaruh positif pada kualitas pekerjaan. Contohnya saat overhaul di Tuban II kemarin, tidak ada insiden yang tidak kita inginkan,” lanjutnya. Kalaupun ada pekerjaan yang molor, sebut Eko, semua murni akibat masalah teknis yang tidak direncanakan.

    Eko menjelaskan, kunci utama pencapaian operational excellence itu adalah pengelolaan 9 hari waktu downtime. Hitung hitungannya, bila sekali overhaul butuh waktu 16 hari, maka waktu operasi dalam setahun tinggal . 349 hari. Kalau pabrik ingin beroperasi selama 340 hari, berarti cuma tersedia waktu stop atau downtime selama 9 hari.

    “Jadi ‘jatah’ kita stop kiln dalam setahun cuma 9 hari. Kalau diperinci, dalam sebulan tidak boleh berhenti lebih dari 18 jam. Dengan begitu waktu operasi kita bisa sampai 340 hari,” bebernya. Yang terjadi di Tuban I, terang Eko, lebih baik dari itu. Dalam setahun, kiln di pabrik tersebut hanya stop operasi selama 5 hari.

    Lebih jauh Eko menjelaskan, kesuksesn kinerja kiln selama setahun terletak pada kualitas overhaul. Karena itu dari tahap awal sampai akhir harus dilakukan dengan ketat, yakni mulai perencanaan, tenaga kerja, eksekusi, pengawasan sampai evaluasi. Salah satu yang dilakukan saat overhaul adalah mengganti bata tahan api pada kiln. Supaya tahan dalam setahun, kualitas dan tipe bata tahan api harus memenuhi syarat. Itu dilakukan untuk mencegah jatuhnya bata tahan api (redspot) yang pada gilirannya bisa menyebabkan equipment mengalami perubahan bentuk. “Kalau sampai terjadi redspot perbaikannya makan waktu 7 hari. Jadi, sekali saja terjadi redspot, maka operasi kita tidak akan bisa mencapai 340 hari,” tegasnya.

    Kiln di pabrik Tuban merupakan tipe besar yang mampu memproduksi 8.500 ton terak semen per hari. Eko dan jajarannya berusaha agar peralatan yang digunakan untuk membakar raw meal menjadi terak semen (klinker) itu tetap dalam kondisi prima, sehingga bisa diwariskan kepada generasi berikut tanpa kerusakan apa pun.

    Menyinggung permintaan Dirut Semen Indonesia Ir Suparni agar seluruh pabrik di bawah SMI Group menerapkan utilisasi penuh, Eko mengaku siap menjalankannya. Menurutnya, utilisasi dan kapasitas adalah kunci untuk mewujudkan target produksi. Kalau selama ini kiln menghasilkan 8.500 ton terak per hari, bisa saja nanti digenjot jadi 8.600 ton per hari. Dengan begitu ada ‘tabungan’ sebanyak 100 ton per hari. Tabungan itu penting untuk mengganti produksi yang hilang bila sewaktu-waktu kiln harus distop. “Makanya teman-teman punya moto, kalau kiln panas hati kita akan dingin. Begitu pula sebaliknya,” tukasnya.

    Eko menegaskan, terpenting dari semua itu adalah menjaga sustainabilitas kinerja unggul sebuah kiln. “Semangat dan kerja sama tim yang apik membuat sesuatu yang selama ini tidak kita bayangkan bisa terjadi. Semuanya kita berikan dengan ikhlas untuk perusahaan,” tandas dia. (lin/bwo)

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply