00 Rapat Kerja Perusahaan 2016 - Mempertajam Efisiensi Mengawal Optimisme - Semen Indonesia

    0800 1088888  EN

    Rapat Kerja Perusahaan 2016 – Mempertajam Efisiensi Mengawal Optimisme

    news / 27 Januari 2016

    ff1f93895cfa95324477b87a8f5ba462

    Mengawali langkah bisnis di tahun 2016, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menggelar rapat kerja bersama jajaran anak usaha untuk menentukan strategi dan arah bisnis perusahaan dalam setahun ke depan, Selasa (19/1) di Ruang Pola Gedung PPS Semen Indonesia, Gresik, Jawa Timur. Berbeda dari tahun sebelumnya, rapat kerja tahun ini hanya diisi paparan arah kinerja dari jajaran direksi Semen Indonesia dan digelar terbatas hanya di Gedung PPS Semen Indonesia, Gresik, Jawa Timur.

    Membuka rapat kerja bertajuk ‘Growing in the challenging environment’ ini Direktur Utama Semen Indonesia Ir Suparni mengingatkan perubahan kondisi yang akan terjadi di tahun 2016. Di tahun ini, menurutnya Indonesia akan menjadi produsen semen terbesar di Asia Tenggara. Pertumbuhan supply yang luar biasa dengan hanya diikuti pertumbuhan demand secara normal berimbas pada terjadinya excess supply. Salah satu kompetitor yang awalnya hanya melakukan impor semen, saat ini mulai mengembangkan dan mengajukan ijin pembangunan pabrik di sejumlah wilayah. Selain itu, sejumlah fasilitas produksi baru milik kompetitor tahun ini juga mulai beroperasi.

    Ketatnya persaingan ini menurutnya akan memberikan tekanan terhadap harga jual. Karena itu efisiensi biaya menjadi sebuah keniscayaan untuk dilakukan. Diharapkannya, tahun ini dapat menjadi tahun terakhir kenaikan biaya COGS, sebagai komitmen perusahaan dalam mendorong langkah efisiensi.

    “Ke depan kita harus bisa menurunkan biaya COGS atau setidaknya mempertahankan,”pintanya. Tak hanya efisiensi, sinergi perusahaan juga harus diperkuat untuk menjadi kekuatan utama. Hal inipun menurutnya telah disadari oleh perusahaan semen dunia, seperti merger yang dilakukan dua produsen besar dunia dalam upaya memperkuat daya saing.

    Hal senada disampaikan Komisaris Utama Semen Indonesia, Mahendra Siregar. Dikatakannya, saat ini perseroan dapat sedikit bernapas lega setelah setahun menahan napas melihat konidisi perkembangan industri semen domestik. Meski demikian, kondisi industri semen domestik tahun ini menurutnya masih dipenuhi tantangan seperti tahun lalu.

    Berdasarkan data yang dirilis IMF dalam World Economic Outlook diprediksi harga komoditas masih akan tetap rendah atau turun dalam beberapa tahun kedepan. Hal ini dipicu perlambatan ekonomi di negara berkembang terutama Tiongkok, khususnya untuk komoditas bahan baku industri. Ditambah harga minyak dunia yang terus melemah. Melemahnya aktivitas ekonomi Tiongkok diproyeksi masih akan tetap terjadi. Rebalancing perekonomian negeri tirai bambu ini memberikan dampak negatif pada perkembangan perekonomian dunia, terutama kawasan Asia. Menurutnya, perekonomian global tahun ini akan lebih optimis dibanding tahun lalu namun masih tetap dipenuhi ketidakpastian.

    Sejalan dengan Dirut, mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini meminta manajemen untuk mempertajam dan memperkuat efisiensi. Menurutnya, permintaan semen yang masih lemah dan persaingan yang cukup ketat akan mendorong terjadinya tren penurunan marjin laba. ”Satu-satunya pilihan yang dapat dilakukan untuk menghadapi tren penurunan marjin laba hanyalah upaya efisiensi biaya,”tandasnya.

    Di luar RKAP yang telah disusun, Mahendra mengingatkan manajemen agar dapat mengelola sebaik mungkin ekspektasi pemegang saham dan para analis. Dikatakannya, ekspektasi pemegang saham menginginkan adanya pertumbuhan hasil penjualan sebesar 10 persen, sementara para analis mengharapkan pertumbuhan hasil penjualan sebesar 8,49 persen. (bwo/lin/znl)

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply