0800 1088888  EN

    PWI Jatim dan Semen Indonesia Gelar HPN 2013 di Gresik

    news / 22 March 2013

    Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim dan PT Semen Indonesia (persero) Tbk menyelenggarakan peringatan Hari Pers Nasional atau HPN 2013 tingkat Jatim di Kota Gresik.

    Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2013 ini juga dihadiri puluhan pejabat nasional. Misalnya, Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Dirut PT Semen Indonesia (persero) Tbk, Dwi Soetjipto di Wisma Ahmad Yani, Jumat (22/03/2013).

    Selain dihadiri beberapa pejabat teras. Peringatan HPN 2013, juga dihadiri puluhan wartawan senior serta wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, maupun online. Dirut PT Semen Indonesia (persero) Tbk, Dwi Soetjipto mengatakan terima kasih atas kepercayaan di Gresik pembuktian janji setelah HPN tahun lalu di Jombang.

    “Ini merupakan tindak lanjut janji saya sewaktu HPN tahun lalu di Jombang,” ujarnya.

    Menurut Dwi Soetjipto, insan pers sangat penting bagi manajemennya dalam meningkatkan kinerja. Karena itu, ke depan jajarannya siap melakukan yang terbaik bagi PT Semen Indonesia.

    Sementara itu, Ketua PWI Jatim Achmad Munir menuturkan, pihaknya terkejut dengan sungguhan yang disediakan oleh manajemen PT Semen Indonesia.

    “Ini sebagai bukti bahwa insan pers bisa menjalin sinergi dengan perusahaan maupun stake holder lainnya,” tuturnya.

    Dalam kegiatan HPN 2013 banyak kegiatan yang dilakukan misalnya, agamis, sosial, olahraga, sarasehan maupun lomba penulisan jurnalistik dan foto (Prapanca). “Semua kegiatan itu merupakan aksi nyata PWI Jatim berkonstribusi terhadap bangsa dan masyarakat,” tandasnya.

    Ketua PWI Pusat Margiono menyatakan pihaknya bangga dengan yang dilakukan oleh PWI Jatim. “Saya terkejut acara HPN 2013 dilakukan oleh perusahaan BUMN. Padahal, kegiatan tingkat pusat banyak dilakukan oleh perusahaan swasta,” paparnya.

    Ia menambahkan, ke depan dirinya sangat berharap ada pendidikan jurnalisme yang profesional dibiayai oleh perusahaan BUMN. “Kalau bisa pelatihan pendidikan jurnalisme tidak lagi dibiayai oleh pemerintah melainkan oleh perusahaan BUMN maupun swasta,” tukasnya.

    Facebook Comments

    Leave a reply