0800 1088888  EN

    PT Semen Indonesia Siapkan Tekonologi Tercanggih. Pabrik Rembang Jaminan Ramah Lingkungan

    news / 9 Oktober 2014

    PT Semen Indonesia Tbk memastikan pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah akan sangat ramah lingkungan. Bahkan kualitas keterjagaan Iingkungan akan lebih balk dan pabrik sejenis yang ada di Indonesia. “Dari sisi Iingkungan, kita sudah teruji dengan keberadaan pabnik semen di Tuban yang mendapat nilai proper emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Di (Pabrik) Rembang kita terapkan teknologi lingkungan yang lebih canggih,” ujar Sekretanis Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto.

    Penegasan ini diberikan untuk mementahkan masih adanya tudingan bahwa Pabrik Rembang kelak akan merusak Iingkungan sekitar. “Kita pakai teknologi tercanggih. Kita investasi besar untuk itu guna memastikan kiprah pabrik nanti selaras dengan komitmen Iingkungan yang selama ini kita canangkan dan Iaksanakan” tandasnya.

    Pabnik Rembang sejak awal didesain sangat environment friendly. Beberapa aplikasi teknologi yang dipakai semua sangat bersahabat dengan lingkungan. Main Bag House Filter, teknologi ini sebagai pengganti teknologi Electrostatic Precipitator (ESP). Salah satu kelemahan penggunaan ESP adalah adanya safety interlock yang mematikan sistem pada saat Kiln gas memiliki tingkat gas CO yang tinggi. Pada saat ini, debu tidak tertangkap oleh ESP sehingga terlihat kebulan asap tebal.

    Berbeda dengan penggunaan Main Bag House Filter, tidak terdapat safety interlock berkaitan dengan tingginya tingkat gas CO. Hal ni memungkinkan emisi debu yang rendah, di bawah 30 mg/Nm3, bahkan pada saat operasi kiln sedang offset. Selain itu, untuk memudahkan maintenance penggantian bag filter, Main Bag House Filter didesain dengan menggunakan konsep online maintenance. Konsep ini, memungkinkan penggantian bag filter pada saat peralatan sedang beroperasi.

    Dust Emission Monitoring dan Gas Emission Analyzer yang telah terintegrasi dengan Plant Automation System. Kedua alat ini berfungsi untuk memantau tingkat emisi debu di setiap cerobong yang ada di Pabrik Rembang. Khusus untuk Main Stack ditambahkan alat untuk memantau tingkat emisi gas buang terutama SOx, NOx, 02, C02 dan CO.

    Pabrik Rembang didesain untuk dapat memanfaat bahan bakar alternatif (BBA). BBA ini dapat diumpankan pada Calciner Burner maupun Kiln Burner. Tipe BBA yang dipakai adalah jenis fluffy material seperti sekam, serbuk gergaji, coco peat, sampah tembakau, dll.Industri Semen dikenal sebagai industri yang membutuhkan listrik relatif besar. Salah satu langkah untuk melakukan pernghematan energy listrik adalah pemakaian teknologi Variable Frequency Drive (VFD). pada aplikasi motor-motor besar. Teknologi VFD ini diklaim mampu menghemat pemakaian listrik sampal dengan 60 persen. Sebagai contoh pada area clinker cooler, seluruh fan cooler yang ada telah mengaplikasikan teknologi VFD. Demikian pula untuk aplikasi Raw Mill, Coal Mill, Rotary Kiln dan Cement Mill. catat lebih dan 30 unit VFD akan diaplikasikan di Pabrik Rembang sehingga diharapkan dengan setiap penghematan kWh listrik dapat turut serta menyumbangakan penurunan emisi gas rumah kaca secara global.

    Isu pengelolaan air merupakan salah satu isu sensitif yang mengiringi pembangunan Pabrik Rembang saat ini. Karenanya, Pabrik ini didesain agar dapat seefisien mungkin dalam pengelolaan air. Baik untuk air proses, air pendingan dan air untuk sanitasi/domestic. Pemanfaatan air permukaan sebagai raw water lebih diprioritaskan daripada pemanfaatan air bawah tanah. Air permukaan dimanfaatkan kembali sebagai raw water didalam bozem, waduk bekas galian tambang. Air permukaan ini kemudian diproses dengan teknologi Water Treatment Plant (WTP) dan Closed Loop Cooling Tower. WTP Pabrik Rembang menggunakan proses Dissolved Air Flotation (DAF) dan Ultrafiltration (UF). Proses ini akan Iebih hemat dalam hal konsumsi bahan kimia maupun konsumsi energi listrik. (ram)

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply