0800 1088888  EN

    Produksi Semen Kuartal I 2013 Naik 10%

    news / 26 March 2013

    Kiprah industri semen memperbesar kapasitas produksinya sejak tahun lalu, mulai memperlihatkan hasil. Produksi semen domestik sepanjang kuartal I 2013, diprediksi bisa naik dibandingkan periode serupa 2012.

    Widodo Santoso, Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI), mengatakan, mulai beroperasinya pabrik semen baru di awal tahun ini bisa mengangkat produksi semen domestik selama kuartal I 2013 menjadi 11,4 juta ton. Angka itu lebih tinggi 10% daripada produksi semen domestik di periode yang sama tahun lalu, yaitu 10,4 juta ton. “Hasil ekspansi mulai terasa awal tahun ini,” ujar dia, kemarin.

    Pabrik semen yang baru selesai dibangun tahun lalu, di antaranya, milik PT Semen Indonesia Tbk. Pabrik yang berlokasi di di Tuban, Jawa Timur itu, memiliki kapasitas produksi 2,5 juta ton per tahun. Pabrik itu tuntas dibangun pertengahan tahun lalu.

    Masih dari Grup Semen Indonesia, pabrik yang juga mulai beroperasi sejak tahun lalu adalah milik PT Semen Tonasa di Pangkep. Pabrik itu mulai ujicoba operasi pada Oktober lalu. Pabrik itu memiliki kapasitas produksi hingga 2,5 juta ton per tahun.

    Hingga tutup tahun ini, Widodo memprediksi produksi semen di dalam negeri bisa mencapai 57 juta ton. Angka itu naik  11,7% daripada produksi 2012, yaitu 51 juta ton.

    Peningkatan produksi semen bertujuan untuk mengimbangi permintaan semen di pasar domestik yang diprediksi mencapai 60 juta ton per akhir 2013. Tahun lalu, konsumsi semen dalam negeri mencapai 54,9 juta ton. Sedang ekspor semen Indonesia terus menyusut.  “Ekspor nyaris tidak ada,” kata dia.

    Berdasarkan data ASI, ekspor semen sepanjang 2012 sebanyak 115.200 ton, atau anjlok 54,3% daripada ekspor selama tahun 2011, yang mencapai 252.300 ton.

    Potensi pasar semen yang gemuk ini membuat PT Semen Bosowa Maros memperbesar kapasitas produksi mereka. Erwin Aksa, Chief Executive Officer Semen Bosowa Maros, menuturkan, sampai akhir tahun ini kapasitas produksi semen Bosowa mencapai empat juta ton.

    Tahun lalu, kapasitas produksi Bosowa masih tiga juta ton. Ekspansi itu terjadi jika pabrik semen Bosowa di Banyuwangi, Jawa Timur, yang diharapkan bisa selesai akhir tahun ini. “Bila tidak ada kendala, kapasitas produksi kami bisa meningkat,” ujar dia.

    Agung Winarto, Sekretaris Korporat Semen Indonesia,  optimistis, dengan penambahan kapasitas produksi, maka produsen semen plat merah itu, mampu mempertahankan pangsa pasarnya di kisaran 43%-45%, tahun ini.

    “Pertumbuhan Semen Indonesia bisa di atas pasar,” ujar dia. Sepanjang tahun ini, kapasitas produksi Semen Indonesia mencapai 26,8 juta ton per tahun.

    Facebook Comments

    Leave a reply