0800 1088888  EN

    Produk Mitra Binaan Semen Indonesia Laris Manis di Ajang Sail Tomini Expo 2015

    news / 10 Oktober 2015

    e74066a34a0b6f9d4eb15a2c4d4c0081

    UKM (Usaha Kecil dan Menengah) mitra binaan Semen Indonesia unjuk gigi dalam Sail Tomini Expo 2015 yang berlangsung di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, 16-19 September. Pada pameran dagang yang diikuti 203 peserta dari seluruh Indonesia itu, SMI mengirimkan tiga wakil yaitu kaligrafi ‘Galeri Mandiri’ dari Kediri, kerajinan tempurung kelapa ‘Ashila’ asal Lamongan, serta kerajinan tenun sutera ‘Bahagia’ dari Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan.

    sail-tomini-expo-2015-2

    Bersaing dengan ratusan stan lainnya, ternyata produk kerajinan yang mereka hasilkan mampu memikat para pengunjung. “Laris Mas, sebagian dikulak stan lokal yang juga memajang kerajinan berbahan tempurung kelapa,” tutur Supriyadi, pemilik Ashila. Barang yang diproduksi Supriyadi sangat beragam, mulai tas, dompet, pigura, miniatur sepeda motor dan gitar. “Barang-barang ini saya bawa langsung dari Lamongan,” sambung pria yang tinggal di jalan raya Pacitan, Lamongan, ini.

    Mengawali usaha kerajinan tempurung kelapa tahun 1999 dengan memberdayakan beberapa warga sekitar, usai Supriyadi makin berkembang sejak menjadi mitra binaan SMI sejak tahun 2004. Pada tahun 2009 tenaga kerjanya mencapai lebih dari 100 orang, dan produk kerajinan karya Supriyadi sudah merambah pasar ekspor ke AS, Amerika Latin, dan Jepang. Namun, saat terjadi krisis global tahun 1997, usahanya menyurut. “Saya ingin memiliki pabrik tas agar lebih bisa memberdayakan warga sekitar,” sambungnya.

    Tak beda dengan Supriyadi, kerajinan kaligrafi dari Galeri Mandiri juga menarik perhatian pengunjung Sail Tomini Expo. Kaligrafi karya M Munif, warga Pare, Kediri, itu memang unik. Desain hurufnya indah, dengan menonjolkan warna-warna alami. “Saya jadi mitra binaan Semen Indonesia tahun 2014. Alhamdulillah, berkat pinjaman modal yang saya terima, usaha kerajinan ini bisa berkembang,” tambahnya.

    Kini, selain memproduksi kaligrafi, Munif juga membuat relief serta lukisan. Dengan modal awal Rp 15 juta, sekarang aset usahanya mencapai Rp 75 juta. Sementara omzet penjualan per tahun menyentuh Rp 100 juta. Seiring kemajuan usahanya, Munif berharap bisa membuka toko sendiri, entah kontrak atau membeli. “Sekarang lagi mencari lokasi yang strategis,” cetusnya.

    Hajjah Sitti Rahmasiah, pemilik usaha kerajinan tenun sutera ‘Bahagia’, ikut menikmati berkah keramaian Sail Tomini Expo. Aneka kain tenun karya warga Sengkang, Kecamatan Wajo, Sulawesi Selatan, ini banyak diborong pembeli. Rahmasiah menjual kain tenun dengan harga bervariasi, mulai Rp 50 ribu. Kain sarung dibandrol Rp 50 ribu hingga Rp 700 ribu, sedangkan dasi Rp 35 ribu sampai Rp 50 ribu.

    “Sebelum masa reformasi banyak turis asing datang berbelanja ke tempat saya, dan saya juga sering pameran ke luar negeri,” papar mitra binaan PT Senen Tonasa yang mempunyai 30 tenaga kerja ini. Dibantu kedua anaknya, Rahmasiah baru saja membuka usaha di kota Makassar. (lin)

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply