0800 1088888  EN

    PR Bukan Lagi Konco Wingking, tapi Garda Depan

    komunitas, news / 6 April 2018

    [:id]Revolusi digital mengakibatkan tatanan bisnis berubah total, termasuk fungsi kehumasan. Jajaran PR (public relation) atau humas dituntut lebih aktif mengkomunikasikan berbagai kebijakan perusahaan kepada para stakeholder. Di era kini, tantangan terberat adalah menjaga reputasi korporat di mata para pengguna sosial.

    “Dulu orang menganggap PR sebagai konco wingking alias pembantu. Jadi tempatnya tidak pernah di depan, selalu di belakang. Sekarang fungsi PR tidak begitu lagi,” tutur CEO Majalah PR Indonesia Asmono Wikan dalam workshop ‘Mengelola Media Sosial Korporat’ di Ruang Synergy, Gedung Utama Semen Indonesia, lantai 4, Gresik, Kamis (5/4).

    Dia berpendapat, inisiatif SMI menggelar workshop yang diikuti tenaga humas dari anak-anak perusahan merupakan sinyal bagus. Karena, menurut Asmono, itu jadi pertanda bahwa manajemen SMI berpandangan fungsi PR sangat strategis. PR harus berada di tempat mulia dan terhormat. “Minimal di ‘lehernya’ manajemen,” cetusnya. Ibarat leher yang menyangga kepala, PR bertugas untuk menjaga keutuhan visi misi perusahaan dengan menjaga reputasi yang telah dirancang oleh perusahaan.

    Asmono berharap, usai mengikuti workshop bertema ‘Think! Before Your Post’ itu para peserta bisa lebih bijak dalam bermedia sosial. Artinya, bermedsos bukan sekadar mandatory, tapi sudah dibarengi dengan kepentingan-kepentingan strategis. “Harus lebih hati-hati, dan yang dikomunikasikan betul-betul untuk kepentingan perusahaan. Ingat, PR adalah garda terdepan perusahaan. Maju-mundurnya perusahaan juga tergantung pada seberapa maksimal fungsi ke-PR-an dijalankan,” papar Asmono dalam workshop yang juga menghadirkan Arif Mujahidin, Communication Director Danone Indonesia, serta Pemred Brilio.net Titis Widyatmoko sebagai pemateri itu.

    Sementara, saat memberikan sambutan, Kabiro Corporate Activity SMI Sigit Wahono mengungkapkan, ini merupakan momen pertama berkumpulnya humas di lingkungan SMI Group. Selain jajaran komunikasi perusahaan SMI, workshop juga melibatkan humas Semen Tonasa, Semen Gresik, Semen Indonesia Logistik (SILOG), Semen Indonesia Beton (SIB), RS Semen Gresik, Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG), Semen Indonesia Foundation (SMIF), Kawasan Industri Gresik (KIG), dan lainnya.

    “Sebagai bagian dari holding SMI, kita semua memang tidak bisa dipisahkan. Dengan sering ngumpul untuk menyamakan pemahaman, maka kita akan lebih tahu bagaimana seorang humas mengelola media sosial korporat,” jelas Sigit. Dia menekankan, media sosial sebaiknya bukan asal punya, tapi wajib dikelola dengan baik dan selalu engage dengan netizen. (lin/bwo)[:]

    Facebook Comments