00 Perlu Strategi Pemasaran ‘Gila’ untuk Bersaing di Pasar - Semen Indonesia

    0800 1088888  EN

    Perlu Strategi Pemasaran ‘Gila’ untuk Bersaing di Pasar

    news / 22 February 2018

    [:id]Dunia memasuki era disruptions, di mana tatanan konvensional terlibas dan hancur, serta ketidakpastian. Hanya orang-orang dengan inovasi dan terobosan ‘gila’ saja yang mampu bertahan. Demikian diungkapkan Afif Luthfi, dari AND Learning and Coaching, saat memberikan pengantar pelatihan Marketing for Non Marketer, di ruang Learning, Gedung Utama Semen Indonesia, Rabu (21/02/2018).

    Fenomena baru di dunia meliputi empat unsur yang disingkat VUCA. Yaitu, Volatility (Keriangan) di mana terjadi perubahan dinamis dari yang natural, Uncertainly (Ketidakpastian), Complexity yaitu kekuatan dari luar yang akan meruntuhkan kita, tapi kita tak bisa melawan, dan Ambiguity, yaitu modernitas, khususnya untuk tekonologi. Jika digabungkan, itulah masa disruptions. “Maka BUMN juga harus berubah. Apalagi 18 kompetitor terus menggempur pasar Semen di Indonesia. Bahkan, lawan bisa berasal dari perusahaan strart up,” tandas dia.

    “Dunia sudah semakin tak menentu, maka kita perlu terobosan-terobosan yang “gila” supaya bisa mendongkrak perusahaan kita. Caranya, lebih tangkas, inovasi digalakkan, dan yang terpenting adalah ide “gila”. BUMN, termasuk Semen Indonesia, harus mempunyai empat karakter agar bisa bertahan. Pertama, berjiwa entrepreneurship , yaitu pantang menyerah dan pintar membaca peluang. Termasuk di dalamnya, rasa ownership. Dua, Kreatif dalam arti menemukan ide-ide “gila”. Tiga, produktivitas, bukan menambah kapasitas produksi, tapi memberi nilai tambah. Empat, responsif, yaitu memberikan layanan yang sangat cepat, dan waktu adalah lebih daripada uang. Ingat, inovasi saja tak cukup, tapi perlu ide “gila” untuk bisa memenangkan pasar,” tandas Afif.

    Setidaknya, ini diawali dari diri masing-masing, dengan cara, gerilya marketing. Yaitu, bagaimana kita membawa nama baik Semen Indonesia di luar. Dia mengingatkan, sepuluh tahun lalu, semen Indonesia tak ada lawan, saat ini kompetitor sangat agresif. “Maka, setiap orang perlu menjadi marketing. “Saya melihat Semen Indonesia sudah mempunyai program yang bertujuan langsung menyentuh secara emosional. Misalnya, Jago Bangunan untuk menyentuh tukang, Keluarga Kokoh untuk menyentuh rumah tangga, Sales Kokoh. Ini strategi marketing yang bagus,” tandas Afif. “Tapi ingat, kompetitor juga melakukan hal sama. Kita butuh strategi pemasaran yang lebih emosional dan lebih gila, supaya lebih menyentuh emosional konsumen.”

    Pengantar ini sebagai penyemangat peserta latihan, untuk dirangsang menemukan ide gila di hari ke dua. Pelatihan yang berlangsung dua hari ini, diisi dengan role-role ringan, serta simulasi menemukan ide-ide gila dan strategi penerapannya. (ros)

    smile.semenindonesia.com[:]

    Facebook Comments